Mantan Panglima TNI Widodo AS Wafat, Momen Prabowo Cium Tangan dan Doa Sang Senior Kembali Dikenang
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn.) Widodo Adi Sutjipto atau Widodo AS meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) pukul 21.30 WIB di kediamannya di Jakarta. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 82 tahun, meninggalkan perjalanan panjang pengabdian di dunia militer dan pemerintahan.
Kepergian Widodo AS kembali mengingatkan publik pada kiprahnya sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI. Ia menjabat Panglima TNI pada periode 1999–2002, masa ketika Indonesia berada dalam proses transisi politik setelah reformasi. Widodo juga tercatat sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.
Setelah menyelesaikan pengabdiannya di lingkungan militer, Widodo melanjutkan kiprah di pemerintahan. Ia dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada periode 2004–2009, ketika Indonesia berada di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengalaman tersebut menempatkannya di antara tokoh yang pernah mengemban tanggung jawab strategis, baik di lingkungan pertahanan maupun pemerintahan sipil.
Di tengah kabar kepergiannya, salah satu momen yang kembali dikenang adalah pertemuan Widodo dengan Prabowo Subianto pada April 2023. Saat itu, Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan dan berkunjung ke kediaman Widodo untuk bersilaturahmi dalam suasana Idulfitri.
Pertemuan pada Selasa (25/4/2023) tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Prabowo yang datang untuk bersilaturahmi menunjukkan rasa hormat kepada seniornya dengan mencium tangan Widodo. Gestur itu kemudian disambut Widodo dengan pelukan dan doa untuk Prabowo.
Dalam momen tersebut, Widodo menyampaikan doa menggunakan bahasa Jawa, “Tak dongakno awakmu,” yang berarti “Saya doakan kamu.” Ucapan singkat itu menggambarkan kehangatan hubungan keduanya, sekaligus menjadi bagian yang berkesan dari pertemuan mereka.
Prabowo dan Widodo juga berbincang santai, makan bersama, serta berfoto. Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi Lebaran, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara dua tokoh yang sama-sama memiliki latar belakang panjang di lingkungan pertahanan dan militer Indonesia.
Widodo dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang sebelum mencapai posisi tertinggi di TNI. Ia meniti pengabdian di Angkatan Laut hingga dipercaya memimpin institusi tersebut, sebelum kemudian mengemban tugas sebagai Panglima TNI. Pengalaman lintas jabatan itu menjadi bagian dari rekam jejaknya dalam mengelola organisasi pertahanan nasional.
Jabatan Panglima TNI yang diembannya pada 1999–2002 berlangsung dalam periode penting bagi Indonesia. Setelah reformasi 1998, institusi militer menghadapi tuntutan perubahan dalam hubungan antara TNI, negara, dan masyarakat. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan di tingkat tertinggi TNI menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan institusi pertahanan nasional.
Pengabdiannya berlanjut di pemerintahan melalui jabatan Menko Polhukam pada 2004–2009. Dalam posisi tersebut, Widodo berada di lingkup koordinasi kebijakan yang berkaitan dengan politik, hukum, dan keamanan. Ia kemudian juga tercatat pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode 2010–2014.
Kepergian Widodo AS menjadi kehilangan bagi keluarga, kerabat, dan lingkungan TNI yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya. Jenazahnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta, pada Minggu (25/10/2026), sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya kepada negara.
Di tengah catatan panjang kariernya, kenangan tentang pertemuannya dengan Prabowo pada 2023 menghadirkan sisi personal dari sosok Widodo AS. Doa yang ia sampaikan kepada Prabowo dan gestur hormat yang diperlihatkan dalam pertemuan tersebut kini kembali dikenang setelah sang mantan Panglima TNI berpulang.
Widodo AS meninggalkan jejak pengabdian di dua lingkungan penting negara, yakni militer dan pemerintahan. Perjalanan kariernya menjadi bagian dari sejarah institusi TNI pada masa reformasi, sementara momen silaturahminya dengan Prabowo memperlihatkan hubungan hangat yang terjalin di antara para tokoh senior dan generasi penerus dalam kehidupan nasional.