Kunjungi Sekolah Rakyat di Bekasi, Teddy Indra Wijaya Bertemu Siswa Yatim yang Bercita-cita Jadi Dokter
Nasional

Kunjungi Sekolah Rakyat di Bekasi, Teddy Indra Wijaya Bertemu Siswa Yatim yang Bercita-cita Jadi Dokter

F
Fazlur Rahman 27 Oktober 2026 · 2 penayangan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu malam (25/10/2026). Kunjungan mendadak tersebut menjadi kesempatan bagi Teddy untuk melihat secara langsung pelaksanaan program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pendidik yang mendampingi mereka setiap hari.

Kunjungan itu dilakukan setelah Teddy menghadiri agenda di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Di sela kegiatannya, ia menyempatkan diri meninjau fasilitas sekolah, melihat lingkungan belajar, serta berbincang dengan siswa. Teddy juga memberikan apresiasi kepada para guru dan wali asrama yang berperan dalam mendampingi pendidikan sekaligus kehidupan sehari-hari para peserta didik.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan Teddy dengan seorang siswa bernama Al Tariq. Siswa itu diketahui telah kehilangan kedua orang tuanya sejak berusia tiga tahun. Meski menghadapi keadaan hidup yang tidak mudah, Al Tariq memiliki cita-cita besar, yakni menjadi dokter spesialis.

Pertemuan tersebut menggambarkan pentingnya dukungan pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan sosial dan ekonomi. Bagi siswa seperti Al Tariq, akses terhadap sekolah yang menyediakan lingkungan belajar dan pendampingan dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Cita-cita menjadi dokter spesialis tentu membutuhkan perjalanan pendidikan yang panjang, mulai dari menyelesaikan pendidikan dasar hingga menempuh pendidikan kedokteran dan spesialisasi. Karena itu, dukungan yang berkelanjutan, baik dalam bentuk pembelajaran berkualitas maupun pendampingan, menjadi faktor penting agar siswa dapat mengembangkan kemampuan dan mempertahankan semangat belajar.

Dalam kunjungan tersebut, Teddy juga menyoroti peran guru dan wali asrama. Keduanya memiliki tanggung jawab penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa. Selain memberikan materi pelajaran, guru membantu membangun kemampuan akademik, sedangkan wali asrama mendampingi kehidupan sehari-hari siswa agar mereka dapat menjalani kegiatan pendidikan secara lebih teratur.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pemerintah yang dirancang untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan akses belajar yang selama ini dihadapi sebagian masyarakat, sehingga kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan.

Teddy menyampaikan bahwa selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun. Keberadaan sekolah-sekolah tersebut disebut telah membuka kesempatan bagi lebih dari 45 ribu anak untuk kembali mengakses pendidikan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Dengan bertambahnya satuan pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, pemerintah berupaya memberikan kesempatan belajar yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Namun, keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh jumlah sekolah yang dibangun atau banyaknya siswa yang memperoleh akses pendidikan. Keberlangsungan operasional sekolah, ketersediaan tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, serta kecukupan fasilitas juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.

Pendampingan terhadap siswa pun perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi anak-anak yang menghadapi situasi keluarga sulit atau kehilangan orang tua. Dukungan psikososial, perhatian terhadap perkembangan anak, dan lingkungan belajar yang aman dapat membantu mereka menjalani pendidikan dengan lebih baik.

Kunjungan Teddy ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cikarang menjadi salah satu bentuk peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program tersebut. Interaksi dengan siswa dan tenaga pendidik memberikan gambaran mengenai pentingnya memastikan kebijakan pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan peserta didik.

Kisah Al Tariq yang bercita-cita menjadi dokter spesialis turut menegaskan bahwa setiap anak memiliki harapan dan potensi untuk berkembang, terlepas dari latar belakang keluarganya. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesempatan yang telah dibuka melalui Sekolah Rakyat dapat diikuti dengan pendampingan dan kualitas pendidikan yang memadai, sehingga cita-cita para siswa memiliki peluang lebih besar untuk terwujud.

Topik

Memuat tag...