Football

Perjalanan Turki di Piala Dunia 2026 Berakhir Prematur: Dihajar Paraguay 10 Pemain

D
Devi Sry Atmaja 22 Juni 2026 · 2 penayangan

Santa Clara, California – Harapan Turki untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus pupus lebih cepat dari yang diperkirakan. Tim berjuluk The Crescent-Stars menelan kekalahan telak 0-1 dari Paraguay pada matchday kedua Grup D, sehingga resmi tersingkir dari turnamen sepak bola terbesar dunia dengan satu laga tersisa.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Turki yang datang ke Amerika Serikat dengan ekspektasi tinggi. Sebelum turnamen, banyak yang memprediksi skuad asuhan Vincenzo Montella ini bisa menjadi kejutan dengan talenta muda seperti Arda Güler. Namun, realita di lapangan berkata lain.

Paraguay langsung menyengat sejak menit-menit awal. Matías Galarza mencetak gol pembuka hanya 65 detik setelah kick-off — menjadi gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Gol tersebut lahir dari serangan cepat yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Turki.

Meski unggul, Paraguay harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Miguel Almirón mendapat kartu merah langsung setelah menutup mulutnya saat beradu mulut dengan pemain Turki.

Insiden ini menjadi yang pertama di turnamen akibat penerapan aturan baru FIFA yang melarang gestur tersebut untuk mencegah ucapan ofensif atau diskriminatif.

Turki mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai lebih dari 70% dan melepaskan puluhan tembakan. Namun, ketajaman menjadi masalah utama.

Sepanjang dua laga grup (kalah 0-2 dari Australia dan 0-1 dari Paraguay), Turki telah melepaskan 62 tembakan tanpa mencetak satu gol pun — rekor terburuk dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966. Para pemain Turki terlihat frustrasi.

Beberapa di antaranya bahkan menangis di akhir pertandingan, termasuk Mert Müldür. Arda Güler, salah satu bintang muda yang paling diandalkan, juga tak mampu membawa timnya bangkit.

Vincenzo Montella, pelatih Turki, tetap optimistis meski timnya tersingkir. Ia menyebut timnya sedang dalam proses pertumbuhan dan akan belajar banyak dari kegagalan ini.

Sementara itu, Paraguay merayakan kemenangan heroik. Meski bermain dengan 10 orang lebih dari separuh pertandingan, disiplin dan semangat juang mereka berhasil mengamankan tiga poin penting. Kemenangan ini menjaga peluang Paraguay lolos ke babak 32 besar, sekaligus memastikan Amerika Serikat sebagai juara Grup D.

Turki masih akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada laga terakhir, tapi hasil itu hanya akan menjadi formalitas. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 telah berakhir di fase grup — sebuah kekecewaan besar bagi salah satu tim yang sempat diunggulkan.

Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Federasi Sepak Bola Turki untuk melakukan evaluasi mendalam. Talenta muda mereka melimpah, tapi koordinasi tim, ketajaman, dan mentalitas juara masih perlu ditingkatkan jika ingin kembali bersaing di level tertinggi dunia.

Selamat untuk Paraguay atas kemenangan heroiknya. Bagi Turki, mimpi Piala Dunia kali ini harus ditunda — tapi api semangatnya tetap menyala untuk masa depan.

Topik

Memuat tag...