Tragis! Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Kedinginan di Teras Warung Pati, Tali Pusar Masih Menempel
Warga Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan dan ditinggalkan di teras sebuah warung pada Senin (26/10/2026) malam. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi kedinginan, hanya terbungkus jaket basah, dengan tali pusar yang masih menempel.
Bayi itu ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB, setelah seorang warga bernama Wakimin mendengar suara tangisan di tengah suasana malam seusai hujan. Awalnya, suara tersebut sempat dikira sebagai kucing yang mengeong. Namun, karena tangisan terus terdengar dan tidak kunjung berhenti, Wakimin akhirnya memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut.
Langkah Wakimin membawanya ke sebuah warung milik warga bernama Rasdi. Di lokasi itu, ia mendapati seorang bayi perempuan tergeletak di atas bangku di teras warung. Kondisinya membuat Wakimin terkejut karena bayi tersebut tampak baru dilahirkan, dengan tali pusar yang masih menempel dan tubuh hanya terlindungi jaket basah.
Penemuan tersebut kemudian menjadi perhatian warga sekitar. Bayi yang semestinya mendapatkan perlindungan dan perawatan sejak awal kehidupannya itu diduga ditinggalkan di lokasi tanpa pendampingan orang dewasa. Warga pun berharap bayi tersebut segera memperoleh pertolongan medis agar kondisinya tetap terjaga.
Kepala Desa Bangsalrejo, Jasman, menduga orang yang meninggalkan bayi tersebut bukan berasal dari desanya. Dugaan itu muncul karena lokasi penemuan berada di jalur antarkecamatan yang memungkinkan orang dari luar wilayah melintas.
Jasman juga telah berkoordinasi dengan bidan desa untuk memastikan apakah ada warga setempat yang baru melahirkan atau sedang menjalani proses persalinan. Berdasarkan konfirmasi yang diterimanya, tidak ada warga Desa Bangsalrejo yang diketahui hendak melahirkan.
Meski demikian, dugaan mengenai asal-usul orang yang meninggalkan bayi tersebut belum dapat dipastikan. Identitas orang tua bayi maupun alasan bayi itu ditinggalkan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kapolsek Wedarijaksa, AKP Joko Triyanto, membenarkan adanya penemuan bayi perempuan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, bayi memiliki berat badan sekitar 3,2 kilogram dan panjang tubuh 50 sentimeter. Saat ditemukan, usianya diperkirakan baru sekitar dua jam setelah dilahirkan.
Setelah ditemukan, bayi tersebut segera mendapatkan penanganan medis. Saat ini, ia menjalani perawatan intensif di Puskesmas Wedarijaksa II untuk memastikan kondisi kesehatannya dan memenuhi kebutuhan perawatan bayi baru lahir.
Penemuan bayi dengan tali pusar yang masih menempel menjadi perhatian serius karena bayi yang baru dilahirkan membutuhkan penanganan khusus, terutama untuk menjaga suhu tubuh, memantau pernapasan, serta mencegah risiko infeksi. Kondisi tubuh yang basah dan paparan udara malam juga dapat meningkatkan risiko kehilangan panas pada bayi.
Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap ibu dan bayi, terutama dalam situasi kehamilan atau persalinan yang menghadapi kesulitan. Apabila seseorang tidak mampu merawat bayi atau berada dalam kondisi krisis, bantuan tenaga kesehatan dan layanan perlindungan sosial dapat menjadi jalan untuk mencari pertolongan yang aman.
Sementara itu, penemuan bayi di teras warung tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan, mulai dari siapa yang meninggalkannya hingga bagaimana bayi itu bisa berada di lokasi tersebut. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap peristiwa secara utuh, sementara prioritas utama saat ini adalah memastikan bayi perempuan tersebut memperoleh perawatan yang dibutuhkan.