Trump Pilih Diplomasi dengan Iran, Namun Tetap Buka Opsi Militer Jika Negosiasi Gagal
Berita International

Trump Pilih Diplomasi dengan Iran, Namun Tetap Buka Opsi Militer Jika Negosiasi Gagal

D
Devi Sry Atmaja 07 Agustus 2026 · 3 penayangan

Las Vegas – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan lebih memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan ketegangan dengan Iran dibandingkan mengambil langkah militer. Meski demikian, Trump menegaskan opsi penggunaan kekuatan tetap tersedia apabila upaya perundingan tidak menghasilkan kesepakatan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara di Las Vegas. Ia mengatakan bahwa penyelesaian melalui kesepakatan menjadi pilihan utama karena ingin menghindari jatuhnya korban jiwa akibat konflik bersenjata.

"Saya lebih memilih untuk mencapai kesepakatan, karena saya tidak ingin membunuh orang," ujar Trump seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (6/8/2026).

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya masih membuka ruang bagi pembicaraan dengan Teheran. Menurutnya, penyelesaian melalui diplomasi akan menjadi pilihan yang lebih baik selama Iran bersedia mencapai kesepakatan yang dianggap memenuhi kepentingan Amerika Serikat. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa kegagalan jalur diplomasi dapat membuat Washington mempertimbangkan kembali opsi militer. Ia menyebut AS memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan keras apabila diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Trump mengungkapkan bahwa militer AS sebelumnya telah mempersiapkan rencana operasi besar terhadap Iran. Ia bahkan menyebut rencana tersebut sebagai "serangan terbesar sejak Perang Dunia II". Menurut Trump, rencana serangan itu kemudian ditunda setelah sejumlah pejabat Iran menyampaikan keinginan untuk membuka pembicaraan. Hal tersebut membuat Washington memilih memberikan kesempatan bagi proses diplomasi untuk berjalan.

Meski demikian, pernyataan Trump kembali menyoroti tingginya ketegangan antara Washington dan Teheran. Hubungan kedua negara selama bertahun-tahun diwarnai berbagai perselisihan, terutama terkait program nuklir Iran, pengaruh regional, serta keamanan di kawasan Timur Tengah.

Para pengamat menilai keputusan AS untuk mengedepankan negosiasi dapat menjadi peluang meredakan eskalasi konflik. Namun, ancaman penggunaan kekuatan militer tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi dinamika hubungan kedua negara. Hingga kini, belum ada rincian mengenai bentuk kesepakatan yang tengah dibahas antara AS dan Iran. Kedua pihak masih menghadapi sejumlah perbedaan mendasar yang membutuhkan proses negosiasi panjang untuk mencapai titik temu. Trump menegaskan bahwa pemerintahannya akan tetap mengutamakan kepentingan nasional AS, tetapi pada saat yang sama memilih jalan diplomasi selama peluang penyelesaian damai masih terbuka.

Topik

Memuat tag...