Zohran Mamdani Penasaran Cara Jakarta Atasi Macet, Pramono Ungkap Strategi Transjabodetabek
Nasional

Zohran Mamdani Penasaran Cara Jakarta Atasi Macet, Pramono Ungkap Strategi Transjabodetabek

F
Fazlur Rahman 21 September 2026 · 3 penayangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono AnungZohran Kwame MamdaniUrban 20 (U20) Mayors Summit 2026

Dalam pertemuan tersebut, Mamdani lebih dahulu menyinggung persoalan kemacetan yang juga menjadi tantangan bagi New York. Ia kemudian menggali pengalaman Jakarta dalam mengelola mobilitas warga dan mengembangkan transportasi publik di tengah padatnya aktivitas metropolitan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa salah satu strategi utama Jakarta adalah memperkuat konektivitas transportasi dengan wilayah penyangga melalui Transjabodetabek

“Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” ujar Pramono.

Angka mobilitas tersebut menggambarkan bahwa persoalan kemacetan Jakarta tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kawasan aglomerasi. Warga Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan daerah sekitarnya melakukan perjalanan rutin menuju Jakarta untuk bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Karena itu, Pemprov DKI menempatkan keterhubungan antarwilayah sebagai salah satu bagian penting dari kebijakan transportasi.

Pramono sebelumnya juga menyampaikan bahwa Jakarta perlu bekerja bersama kota-kota penyangga karena pola mobilitas masyarakat telah saling terhubung. Salah satu pendekatan yang didorong adalah memperluas layanan Transjabodetabek dan mengembangkan fasilitas park and ride

Selain memperbanyak konektivitas, Pemprov DKI juga menggunakan kebijakan tarif untuk mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik. Pramono menjelaskan kepada Mamdani bahwa Jakarta memberikan layanan transportasi umum gratis kepada 15 golongan masyarakat

Kebijakan tersebut melengkapi pengembangan jaringan transportasi yang terus dilakukan Jakarta. Pemprov DKI menyebut layanan transportasi publik Jakarta telah memiliki tingkat cakupan yang luas, sementara pengembangan Transjabodetabek terus diarahkan untuk memperkuat hubungan Jakarta dengan wilayah aglomerasi. Pada 2026, Pemprov DKI juga mengalokasikan sekitar Rp4,2 triliun

Salah satu contoh pengembangan tersebut adalah pembukaan rute Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta

Dalam pertemuan dengan Mamdani, pembahasan tidak berhenti pada kemacetan. Keduanya juga bertukar pandangan mengenai sejumlah persoalan yang dihadapi kota besar, termasuk banjir dan polusi udara. Pramono menjelaskan kebijakan Jakarta dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall

Pramono dan Mamdani juga membicarakan pembiayaan pembangunan perkotaan. Pramono menyampaikan rencana Pemprov DKI menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond

Pertemuan itu berlangsung dalam konteks U20 Mayors Summit 2026, forum yang mempertemukan para kepala daerah dari berbagai kota besar dunia untuk membahas tantangan perkotaan. Jakarta telah lama terlibat dalam forum tersebut, yang menjadi bagian dari engagement group G20 dan menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai isu mobilitas, perubahan iklim, perumahan, kesempatan ekonomi, serta berbagai persoalan kota.

Bagi Jakarta, isu transportasi menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan kota global. Pemprov DKI sebelumnya menetapkan penguatan integrasi antarmoda dan peningkatan kualitas layanan sebagai prioritas agar masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih aman, nyaman, mudah diakses, dan terjangkau.

Data Pemprov DKI juga menunjukkan bahwa pengembangan transportasi tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur fisik. Pemerintah daerah mendorong penggunaan angkutan umum melalui integrasi layanan, peningkatan konektivitas, serta berbagai kebijakan yang membuat transportasi publik lebih mudah dijangkau masyarakat. Hingga 2026, Transjakarta misalnya mengoperasikan sekitar 4.792 armada

Pertemuan Pramono dan Mamdani menarik perhatian karena keduanya memimpin dua kota metropolitan yang sama-sama menghadapi persoalan mobilitas dalam skala besar. Namun, karakter kedua kota tentu berbeda, sehingga pertukaran informasi dalam forum tersebut lebih tepat dipandang sebagai berbagi pengalaman dan pendekatan kebijakan, bukan berarti Jakarta maupun New York menggunakan solusi yang sama.

Bagi Jakarta, kemacetan merupakan persoalan yang berkaitan erat dengan pola perjalanan kawasan metropolitan. Ketika jutaan orang bergerak keluar-masuk Ibu Kota setiap hari, solusi tidak cukup hanya membangun jalan atau memperluas kapasitas kendaraan. Penguatan angkutan umum dan konektivitas dengan kota-kota penyangga menjadi bagian dari pendekatan yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.

Sementara itu, perhatian Mamdani terhadap pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa persoalan transportasi perkotaan menjadi salah satu isu yang dapat dipertukarkan lintas negara. New York sendiri juga tengah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperluas ruang bagi pejalan kaki, sepeda, dan moda transportasi lainnya sebagai bagian dari penataan ruang perkotaan.

Pertemuan tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi percakapan mengenai kemacetan, tetapi juga membuka ruang kerja sama lebih luas antara Jakarta dan New York. Dari transportasi publik hingga pembiayaan pembangunan, kedua pemerintahan kota membahas berbagai persoalan yang memiliki tantangan serupa meskipun konteksnya berbeda.

Bagi Pramono, kesempatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan pendekatan Jakarta dalam mengelola mobilitas warga. Sementara bagi Mamdani, pertemuan itu menjadi kesempatan untuk menggali pengalaman salah satu kota metropolitan di Asia yang menghadapi persoalan aglomerasi dan tingginya pergerakan warga setiap hari.

Pada akhirnya, strategi yang dipaparkan Pramono bertumpu pada satu persoalan utama: mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dengan membuat transportasi publik semakin terhubung, terjangkau, dan mudah digunakan

Percakapan Pramono dan Mamdani pun memperlihatkan bahwa kemacetan bukan hanya masalah lalu lintas, melainkan persoalan tata kelola kota yang berkaitan dengan mobilitas penduduk, konektivitas wilayah, kualitas udara, dan produktivitas ekonomi. Jakarta kini membawa pengalaman tersebut ke forum perkotaan internasional, sementara hasil pertukaran gagasan dengan New York dapat menjadi bagian dari diskusi lebih luas mengenai bagaimana kota-kota besar menghadapi tantangan mobilitas di masa depan.

Topik

Memuat tag...