Prabowo Cicipi Air Olahan dan Injak Genteng Biomassa dalam Pameran Inovasi BRIN di Istana
Nasional

Prabowo Cicipi Air Olahan dan Injak Genteng Biomassa dalam Pameran Inovasi BRIN di Istana

R
Rizqi Akbar Sadly 07 Agustus 2026 · 4 penayangan

Presiden Prabowo Subianto mengecek langsung sejumlah teknologi karya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipamerkan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala Negara tampak antusias berkeliling meninjau satu per satu produk inovasi dari sekitar 150 peneliti BRIN, mulai dari satelit dan pesawat tanpa awak, teknologi tanggul dan pemecah gelombang untuk mendukung proyek Giant Sea Wall, hingga riset teknologi nuklir sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Salah satu yang menyita perhatian Prabowo adalah alat pengelolaan air darurat yang mampu mengolah air tanah, air sungai, air banjir, air payau, hingga air laut menjadi air siap minum. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Nusa Idaman Said, menjelaskan bahwa unit tersebut memiliki kapasitas 5 ribu hingga 15 ribu liter air siap minum. "Ini kapasitasnya 5 ribu sampai 15 ribu liter air siap minum," ujar Nusa dalam pemaparannya. Usai mendengarkan penjelasan itu, Prabowo pun tak ragu mencicipi langsung air hasil olahan teknologi tersebut. Bukan hanya Presiden, sejumlah menteri yang mendampingi juga ikut meminum air tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi anak bangsa.

Selain teknologi ketahanan air, BRIN turut memamerkan hasil riset di bidang kedirgantaraan dan keantariksaan, ketenaganukliran, serta energi dan mineral dalam pameran yang menghadirkan sekitar 150 hingga 200 produk inovasi dalam 15 klaster teknologi tersebut. Presiden juga mendapat penjelasan mengenai rumah tahan gempa hasil inovasi BRIN yang diklaim dapat dibangun hanya dalam 14 hari dengan biaya sekitar Rp190 juta, sebuah terobosan yang dinilai relevan mendukung program tiga juta rumah pemerintah.

Momen menarik lainnya terjadi ketika Prabowo menaruh perhatian pada inovasi material bangunan ramah lingkungan berupa genteng biomassa. Produk ini terbuat dari berbagai bahan alami dan limbah pertanian, seperti serabut kelapa, sekam padi, anyaman bambu, hingga ampas tebu (bagasse). Untuk menguji kekuatannya, Prabowo tampak membanting genteng tersebut secara langsung di hadapan para peneliti dan awak media yang meliput. Tak berhenti di situ, Prabowo juga sempat menanyakan harga genteng untuk kebutuhan satu rumah tipe 36, mengingat produk ini berpotensi mendukung program gentengisasi yang tengah digalakkan pemerintah.

Kepala BRIN, Arif Satria, yang mendampingi Presiden sepanjang kunjungan menjelaskan bahwa hasil riset yang dipamerkan hari itu sebagian besar dirancang untuk mendukung program-program prioritas pemerintahan Prabowo, mulai dari Giant Sea Wall, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, gentengisasi, pengolahan sampah, hingga kemandirian energi dan ketahanan pangan. "Saya sengaja mengundang ke Istana karena saya ingin melihat, untuk mendapat gambaran hasil-hasil yang saudara sudah capai di BRIN," ujar Prabowo dalam sambutannya di hadapan para peneliti, menegaskan pentingnya sinergi riset nasional dengan agenda pembangunan pemerintah ke depan.

Topik

Memuat tag...