Penembakan di Sekolah Thailand, Satu Guru Tewas dan Empat Orang Terluka
Berita International

Penembakan di Sekolah Thailand, Satu Guru Tewas dan Empat Orang Terluka

R
Rizqi Akbar Sadly 07 Agustus 2026 · 3 penayangan

Sebuah insiden penembakan mengejutkan terjadi di Debsirin Nonthaburi School, sekolah menengah ternama yang terletak di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, wilayah pinggiran barat laut Bangkok, Thailand, pada Jumat (7/8/2026). Pelaku penembakan diketahui merupakan seorang siswa kelas Mathayom 3 atau setara kelas 9, yang mengenakan seragam olahraga berwarna ungu dan tas selempang hitam saat menembakkan puluhan peluru di area sekolah tersebut.

Menurut Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, seorang guru dilaporkan tewas dalam insiden ini, sementara empat korban luka terdiri dari tiga siswa dan seorang guru. Pelaku sempat mengunci diri di lantai tiga bangunan berwarna merah muda milik sekolah tersebut sebelum akhirnya polisi menyebut pelaku meninggal dunia setelah diduga melakukan bunuh diri.

Melansir dari Reuters, Yayasan penyelamatan Poh Teck Tung, salah satu organisasi relawan penyelamatan terbesar di Thailand, mengerahkan sejumlah ambulans untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat. Yayasan tersebut juga menyatakan bahwa petugas tengah bergegas mengevakuasi para siswa dari lokasi kejadian. Saat insiden berlangsung, para guru di sekolah tersebut juga langsung sigap mengevakuasi siswa dari area sekolah dan mengarahkan mereka ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari korban yang lebih banyak.

Seorang siswa berusia 18 tahun yang berada di lokasi kejadian menceritakan momen menegangkan tersebut. Ia mengaku pada awalnya mengira suara yang terdengar hanyalah petasan atau benda yang dibenturkan. "Saya awalnya tidak berpikir itu suara tembakan. Ada banyak suara tembakan: dor, dor, dor. Lalu sunyi. Kemudian dimulai lagi," ujarnya. Foto-foto yang beredar dari petugas darurat memperlihatkan para siswa berhamburan keluar dari sekolah saat ambulans-ambulans beroperasi di lokasi, dengan sejumlah korban tampak dibaringkan di atas tandu untuk mendapat penanganan medis.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik aksi penembakan tersebut. Sementara itu, Badan Investigasi Pusat Thailand menegaskan bahwa situasi di lokasi kejadian kini telah sepenuhnya berhasil dikendalikan, meski aparat keamanan tetap disiagakan di sekitar area sekolah.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di institusi pendidikan Thailand, setelah sebelumnya pada Februari 2026 lalu, penembakan serupa juga terjadi di sebuah sekolah di Hat Yai, Provinsi Songkhla, yang menewaskan satu orang. Meski regulasi kepemilikan senjata api ilegal di Thailand tergolong ketat dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara, tingkat kepemilikan senjata di negara tersebut tetap tercatat cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Topik

Memuat tag...