Menang Tipis di Michigan, Abdul El-Sayed Malah Diserang Trump: Disebut "Pembenci Yahudi dan Israel"
Politikus Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, berhasil memastikan kemenangan dalam pemilihan pendahuluan (primary) Senat Amerika Serikat untuk negara bagian Michigan yang digelar Rabu (5/8/2026) waktu setempat. Mantan pejabat kesehatan publik itu mengalahkan rivalnya dari kubu moderat, anggota parlemen Haley Stevens, lewat selisih suara yang sangat tipis—sekitar 15 ribu suara dari total hampir 1,5 juta suara yang masuk. Kemenangan ini sekaligus menjadi kabar gembira bagi kubu progresif Partai Demokrat, setelah kampanye yang berlangsung sengit dan menghabiskan dana kampanye dalam jumlah fantastis dari kedua pihak.
Tak berselang lama usai kemenangannya diumumkan, El-Sayed justru menjadi sasaran serangan verbal dari Presiden AS Donald Trump. Dalam sebuah acara bernuansa kampanye di Las Vegas, Trump menuding El-Sayed sebagai sosok yang membenci orang Yahudi dan Israel "dengan kebencian yang membara di dalam hatinya". Trump bahkan menyebut El-Sayed sebagai "manusia penuh kebencian" yang berpura-pura toleran di depan publik, dan menegaskan tidak ada yang bisa dilakukan sang kandidat untuk mengubah pandangannya tersebut.
Tuduhan keras itu langsung dibantah tegas oleh El-Sayed. Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi MS NOW, ia menegaskan bahwa komitmennya terhadap keselamatan komunitas Yahudi sama besarnya dengan komitmennya menjaga keselamatan anak-anaknya sendiri. Ia menambahkan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk melawan antisemitisme dalam segala bentuknya, sebagaimana ia juga menentang islamofobia.
Kemenangan El-Sayed di Michigan memang tergolong istimewa. Jika kelak berhasil memenangi kursi Senat pada pemilu November mendatang, ia akan tercatat sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Sepanjang kampanye, isu hubungan Stevens dengan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) turut menjadi senjata politik yang digunakan El-Sayed, mengingat kelompok pendukung AIPAC diketahui menggelontorkan dana lebih dari 30 juta dolar AS untuk mendukung Stevens.
Kemenangan tipis ini juga menempatkan Senat AS pada posisi krusial menjelang pemilu paruh waktu November. Michigan dipandang sebagai negara bagian kunci bagi Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat, dengan El-Sayed nantinya akan berhadapan langsung dengan kandidat Partai Republik, mantan anggota Kongres Mike Rogers, yang mendapat dukungan penuh dari Trump. Beberapa tokoh senior Demokrat sempat mengkhawatirkan elektabilitas El-Sayed dibanding Stevens, termasu Gubernur Michigan Gretchen Whitmer yang justru memberikan dukungan kepada Stevens jelang hari pemungutan suara.
Meski diwarnai perpecahan internal partai, El-Sayed menegaskan komitmennya untuk merangkul kembali seluruh elemen Partai Demokrat di Michigan demi memenangkan kursi Senat pada November mendatang. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer bersama Ketua Komite Kampanye Senat Demokrat, Kirsten Gillibrand, turut mengeluarkan pernyataan dukungan resmi kepada El-Sayed, menegaskan bahwa Partai Demokrat bersatu dengan satu tujuan: membendung langkah Donald Trump dan merebut kembali kendali Senat AS.

