KAI Batalkan Perubahan Nama Sejumlah Kereta di Gapeka 2026, Sembrani hingga Kertajaya Kembali ke Nama Semula
Nasional

KAI Batalkan Perubahan Nama Sejumlah Kereta di Gapeka 2026, Sembrani hingga Kertajaya Kembali ke Nama Semula

F
Fazlur Rahman 04 November 2026 · 2 penayangan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi membatalkan rencana perubahan nama sejumlah Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menerima berbagai masukan dan tanggapan dari pelanggan, komunitas perkeretaapian, hingga media.

Sebelumnya, rencana perubahan nama sejumlah kereta sempat muncul dalam sistem pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI untuk jadwal keberangkatan mulai 1 Desember 2026. Kebijakan itu menjadi perhatian publik karena sejumlah nama kereta yang telah lama dikenal masyarakat direncanakan untuk digabungkan ke dalam nama layanan lain.

Beberapa perubahan yang sempat terlihat di antaranya KA Sembrani dan KA Argo Anjasmoro untuk relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang direncanakan menggunakan nama KA Anggrek. Selain itu, KA Gumarang dan KA Kertajaya juga sempat direncanakan melebur menjadi satu nama, yakni KA Dharmawangsa.

Rencana tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari masyarakat, terutama pelanggan setia kereta api dan komunitas pecinta perkeretaapian. Nama-nama seperti Sembrani, Argo Anjasmoro, Gumarang, dan Kertajaya telah lama menjadi bagian dari layanan perjalanan kereta jarak jauh sehingga memiliki pengenalan tersendiri di kalangan penumpang.

Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa rencana awal perubahan nama bukan dimaksudkan untuk mengurangi layanan maupun menghilangkan perjalanan kereta tertentu. Menurutnya, langkah tersebut semula merupakan bagian dari upaya penyederhanaan penamaan layanan seiring dengan rencana penambahan rangkaian kereta.

Anne mengatakan, KAI mempertimbangkan kemungkinan bertambahnya jumlah kereta agar penamaan layanan tidak terus bertambah setiap kali perusahaan menghadirkan kereta baru. Karena itu, konsep penggabungan nama sempat dipertimbangkan sebagai salah satu cara untuk menyederhanakan sistem penamaan.

“Jadi, sebenarnya tidak diubah tetapi ada beberapa kereta yang memang digabungkan untuk simplify, di mana sebenarnya ini kita melihat ada penambahan-penambahan kereta supaya kita tidak menambah nama ketika kita menambah kereta,” terang Anne dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Meski demikian, setelah mempertimbangkan berbagai masukan yang diterima, KAI akhirnya memutuskan untuk mengembalikan nama-nama kereta tersebut seperti semula. Anne menyampaikan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk respons perusahaan terhadap aspirasi pelanggan dan pihak-pihak yang mengikuti perkembangan layanan perkeretaapian.

“Tidak ada niat untuk pengurangan pelayanan. Tetapi dengan berbagai masukan yang diberikan oleh pelanggan dan juga teman-teman komunitas, media, dan yang lainnya, akhirnya tadi malam nama-nama tersebut sudah dikembalikan ya kepada nama yang semula agar perjalanan kita bisa lebih enjoy lagi bersama dengan pelanggan-pelanggan kita,” ungkap Anne.

Dengan keputusan tersebut, nama-nama kereta yang sebelumnya sempat direncanakan untuk digabungkan akan tetap dipertahankan. KAI juga menegaskan bahwa rencana awal tersebut tidak berkaitan dengan pengurangan pelayanan kepada penumpang, melainkan sebatas penyederhanaan penamaan di tengah rencana pengembangan layanan.

Pembatalan ini sekaligus menunjukkan bahwa masukan pelanggan menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam mengambil kebijakan terkait layanan perjalanan. Nama kereta bukan hanya berfungsi sebagai identitas operasional, tetapi juga telah dikenal dan melekat dalam pengalaman perjalanan masyarakat selama bertahun-tahun.

Ke depan, pelanggan dapat mengikuti informasi resmi mengenai jadwal perjalanan dan penerapan Gapeka 2026 melalui kanal komunikasi KAI, termasuk aplikasi Access by KAI. Dengan demikian, penumpang bisa memperoleh informasi terbaru mengenai layanan, jadwal, serta perubahan operasional sebelum melakukan pemesanan tiket.

Topik

Memuat tag...