Dijuluki "Pak Salib", Iptu Motalip Raih Hoegeng Awards 2026 Berkat Dedikasi di Pedalaman Papua
Nasional

Dijuluki "Pak Salib", Iptu Motalip Raih Hoegeng Awards 2026 Berkat Dedikasi di Pedalaman Papua

R
Rizqi Akbar Sadly 07 Agustus 2026 · 3 penayangan

Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua, Iptu Motalip Litiloly, resmi dinobatkan sebagai peraih Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.

Nama Iptu Motalip diusulkan warga sejak Maret 2026 lalu berkat kemampuannya meredam berbagai konflik antarsuku berisiko tinggi yang kerap terjadi di Kabupaten Nduga, termasuk konflik yang dipicu hasil pemilihan DPRD setempat pada 2024. Kedekatannya dengan masyarakat membuat Iptu Motalip dikenal luas oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, masyarakat Nduga yang mayoritas beragama Nasrani memberinya julukan akrab "Pak Salib", sebagai simbol kepercayaan mereka terhadap sosoknya sebagai pelindung.

Kedekatan emosional itu pula yang membuat warga Nduga dua kali menggelar aksi demonstrasi setiap kali Iptu Motalip dimutasi ke wilayah lain, hingga akhirnya ia selalu dikembalikan bertugas di Polres Nduga. Iptu Motalip sendiri telah mengabdi di wilayah pedalaman Papua tersebut sejak 2012, kala pertama kali ditunjuk sebagai Kepala Pos Pembangunan Nduga di tengah situasi yang tidak kondusif pasca-meninggalnya seorang anggota DPRD setempat.

Dalam sambutannya di malam penganugerahan, Iptu Motalip menegaskan prinsipnya selama bertugas, yakni selalu bekerja dengan hati. Ia juga menyebut senantiasa memegang teguh dan menganut prinsip humanis dalam melayani masyarakat. "Mohon izin jenderal, pesan kami mungkin selama termotivasi dengan penghargaan yang ada, prinsip kami di Kabupaten Nduga cuma satu, bekerja bersama hati. Jangan ada yang lakukan kekerasan terhadap masyarakat Nduga di sana, demikian jenderal," ujarnya di hadapan Kapolri.

Saat ditanya Jenderal Sigit soal keinginannya, Iptu Motalip pun menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: pembangunan rumah dinas bagi personel di Polres Nduga, mengingat kondisi barak yang masih sangat terbatas hingga kini dihuni berjejalan oleh para anggota. Ia juga menitipkan harapan agar putrinya yang baru lulus SMA kelak dapat meneruskan jejaknya sebagai anggota Polri, khususnya sebagai Polwan.

Iptu Motalip menjadi satu dari lima polisi teladan yang menerima penghargaan Hoegeng Awards 2026, bersama Kombes Eko Budhi Purwono (Polisi Berdedikasi), Brigadir Renita Rismayanti (Polisi Inovatif), Kombes Norul Hidayat (Polisi Berintegritas), dan AKP Siti Elminawati (Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan). Di penghujung acara, Iptu Motalip berharap seluruh generasi Polri dapat terus mengikuti jejak dedikasi mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso, sosok yang menjadi teladan integritas dan pengabdian bagi institusi kepolisian Indonesia.

Topik

Memuat tag...