Cemburu Kekasih Dilirik Perempuan Lain, Remaja di Garut Bawa Golok hingga Berujung Penangkapan
Nasional

Cemburu Kekasih Dilirik Perempuan Lain, Remaja di Garut Bawa Golok hingga Berujung Penangkapan

F
Fazlur Rahman 27 Oktober 2026 · 2 penayangan

Aksi seorang perempuan yang membawa sebilah golok untuk melabrak perempuan lain di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial. Keributan tersebut diduga dipicu rasa cemburu karena pelaku merasa kekasihnya dilirik oleh korban saat melintas menggunakan sepeda motor.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Insiden yang melibatkan sejumlah orang tersebut kemudian ditangani oleh pihak kepolisian. Dalam perkembangannya, polisi menangkap dua perempuan yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Herman Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, keributan bermula ketika sejumlah orang tengah berkumpul di sekitar lokasi kejadian. Kelompok tersebut, termasuk para pelaku yang diduga terlibat, disebut sedang mengonsumsi minuman beralkohol sebelum insiden terjadi.

Situasi kemudian berubah ketika korban melintas menggunakan sepeda motor. Salah seorang perempuan yang berada di lokasi diduga merasa tersinggung karena menganggap korban melirik kekasihnya. Anggapan tersebut memicu rasa cemburu hingga persoalan yang semula bermula dari lirikan berkembang menjadi perselisihan.

Menurut keterangan polisi, pelaku kemudian mengejar korban hingga terjadi keributan. Ketegangan semakin meningkat ketika pelaku membawa sebilah golok dan menggunakannya untuk mengintimidasi korban. Aksi tersebut menimbulkan keresahan, terlebih setelah rekaman kejadian beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Dari hasil penyelidikan, dua perempuan yang diduga terlibat dalam aksi itu berhasil diamankan. Keduanya masih tergolong anak sehingga proses penanganannya harus memperhatikan ketentuan hukum khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Penyelidikan tidak berhenti pada penangkapan dua perempuan tersebut. Polisi juga mengembangkan perkara untuk menelusuri asal-usul senjata tajam yang digunakan dalam keributan. Dalam pengembangan kasus, petugas menangkap seorang pria yang diduga merupakan pemilik golok tersebut.

Penangkapan pria itu menjadi bagian dari upaya kepolisian mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa, termasuk keterlibatan pihak lain dan bagaimana senjata tajam tersebut dapat berada di lokasi kejadian. Meski demikian, dugaan keterlibatan masing-masing pihak tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang berlaku.

AKP Herman Saputra menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meskipun dua perempuan yang diduga terlibat masih berusia di bawah umur. Namun, penanganan terhadap mereka tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan proses hukum bagi orang dewasa karena terdapat mekanisme khusus dalam sistem peradilan pidana anak.

Ketentuan tersebut mengatur bahwa anak yang berhadapan dengan hukum harus menjalani proses pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku, dengan tetap memperhatikan hak-hak anak. Di sisi lain, proses hukum juga diperlukan untuk mengungkap fakta kejadian dan menentukan tanggung jawab masing-masing pihak berdasarkan bukti yang ditemukan.

Herman memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi masih mendalami perkara tersebut guna memperoleh gambaran lengkap mengenai pemicu keributan, peran masing-masing orang, serta dugaan penggunaan golok untuk mengintimidasi korban.

Kasus ini menjadi perhatian karena perselisihan yang diduga dipicu persoalan kecemburuan berkembang menjadi keributan yang melibatkan senjata tajam. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak dikendalikan dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi orang lain dan berujung pada konsekuensi hukum.

Hingga proses penyelidikan berlangsung, polisi masih berupaya memastikan seluruh fakta dalam kejadian di Jalan Letjen Ibrahim Adjie tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan pribadi serta menghindari tindakan intimidasi maupun penggunaan senjata tajam dalam menyelesaikan perselisihan.

Topik

Memuat tag...