Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Dunia Saat Bertanding di Porprov Jateng 2026
Nasional

Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Dunia Saat Bertanding di Porprov Jateng 2026

D
Devi Sry Atmaja 27 Oktober 2026 · 2 penayangan

Kabar duka mendalam menyelimuti gelaran Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah atau Porprov XVII 2026 yang berlangsung di kawasan Semarang Raya. Atlet selam putri asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia setelah mengalami insiden saat mengikuti nomor selam laut sejauh tiga kilometer di Pantai Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Minggu (25/10/2026). Syabilla yang berusia 22 tahun lahir pada 21 Agustus 2004. Ia merupakan mahasiswi aktif Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta angkatan 2023. Di samping kesibukannya sebagai mahasiswa, ia dikenal sebagai atlet yang memiliki dedikasi tinggi di cabang olahraga selam dan telah lama membela kontingen Kabupaten Jepara dalam berbagai kejuaraan.

Sebelum tragedi terjadi, Syabilla sempat menorehkan prestasi gemilang di Porprov kali ini. Pada Jumat (23/10/2026), ia berhasil meraih dua medali emas sekaligus pada nomor selam kolam putri, yakni 100 meter bifins dan 200 meter bifins. Prestasi tersebut menambah koleksi medali kontingen Jepara dan menjadi bukti kemampuannya di level provinsi. Pertandingan nomor selam laut yang menjadi ajang terakhirnya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Arena pertandingan berada di perairan utara Kota Semarang dengan jarak tempuh tiga kilometer dan kedalaman air sekitar lima meter. Syabilla terlihat tampil percaya diri dan sempat memimpin di barisan depan pada putaran awal.

Seiring berjalannya lomba, kondisi fisik Syabilla mulai menurun. Sekitar 200 meter sebelum garis finis, ia terlihat melambaikan tangan ke arah petugas. Tim rescue yang siaga di lokasi segera mendekat dan menawarkan opsi untuk mengakhiri pertandingan lebih awal demi keselamatan. Namun Syabilla memilih untuk terus melanjutkan lomba. Tidak lama kemudian ia kembali melambaikan tangan. Tim penyelamat sekali lagi mendekat dan menawarkan bantuan, tetapi atlet muda tersebut tetap menolak dan memutuskan bertahan hingga garis akhir. 

Menjelang finis, Syabilla diduga mencapai batas kemampuan fisiknya. Ia mulai tenggelam dan tidak lagi mampu mempertahankan posisi di permukaan air. Petugas segera melakukan evakuasi sekitar pukul 09.20 WIB dan membawanya ke tepi pantai.

Saat ditemukan, Syabilla dalam kondisi tidak sadarkan diri. Busa terlihat keluar dari mulut dan hidungnya. Tim medis yang bertugas di lokasi, termasuk petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta tim medis dari Semarang dan Jepara, segera memberikan pertolongan pertama dan melakukan resusitasi. Setelah mendapatkan penanganan awal di lokasi, Syabilla segera dirujuk ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Semarang untuk perawatan lebih intensif. Dokter di unit gawat darurat terus berupaya menstabilkan kondisinya, namun hasil asesmen medis menunjukkan terjadinya gagal napas.

Upaya penyelamatan yang dilakukan tidak berhasil. Syabilla dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi dari pihak kepolisian dan panitia menyebutkan bahwa kelelahan menjadi dugaan utama penyebab insiden tersebut. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tan Jaya membenarkan terjadinya peristiwa nahas itu. Ia menjelaskan bahwa saksi yang merupakan petugas perlombaan sempat melihat Syabilla melambaikan tangan setelah dua putaran, namun tetap memilih melanjutkan pertandingan hingga kondisi memburuk. Ketua KONI Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian atlet berprestasi tersebut. Ia menegaskan bahwa prosedur keselamatan telah disiapkan sejak awal, termasuk kesiapan tim rescue di sepanjang lintasan pertandingan selam laut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga merespons kabar duka ini dengan penuh keprihatinan. Dalam pembukaan resmi Porprov di Stadion Jatidiri pada Minggu malam, ia secara khusus memimpin doa bersama untuk Syabilla dan menyatakan bahwa Jawa Tengah telah kehilangan salah satu atlet terbaiknya. Kontingen Kabupaten Jepara menunjukkan rasa duka yang sangat mendalam. Seluruh anggota kontingen mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung. Mereka juga membentangkan spanduk besar berisi foto Syabilla beserta ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir saat mengikuti rangkaian acara di GOR Jatidiri.

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui akun resmi menyampaikan belasungkawa yang tulus atas kepergian putra daerah yang telah memberikan kebanggaan bagi Jepara. Keluarga Syabilla yang berasal dari lingkungan olahraga juga merasakan kehilangan besar, mengingat ayahnya aktif di pengurus cabang olahraga renang dan saudara-saudaranya juga merupakan atlet. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara olahraga di tingkat provinsi. Banyak pihak menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan, terutama pada cabang olahraga yang berlangsung di perairan terbuka dengan risiko tinggi seperti selam laut.

KONI Jawa Tengah menyatakan akan mengkaji ulang seluruh prosedur teknis dan pengamanan atlet agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang. Pengalaman pahit ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh insan olahraga di Jawa Tengah. Kepergian Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggalkan jejak prestasi sekaligus duka yang mendalam bagi keluarga, kontingen Jepara, serta komunitas olahraga Jawa Tengah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

Topik

Memuat tag...