Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Saat Porprov Jateng 2026, Raih Dua Emas Sebelum Berpulang
Nasional

Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Saat Porprov Jateng 2026, Raih Dua Emas Sebelum Berpulang

F
Fazlur Rahman 30 Oktober 2026 · 3 penayangan

Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Jawa Tengah. Atlet asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal dunia saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang, Minggu (25/10/2026). Syabilla mengembuskan napas terakhir setelah mengalami insiden ketika berlomba dalam cabang olahraga selam laut di kawasan wisata tepi laut Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Kepergian Syabilla menjadi kabar mengejutkan, terutama bagi keluarga, rekan sesama atlet, serta masyarakat Jepara. Atlet muda tersebut diketahui memiliki rekam jejak prestasi di dunia olahraga. Dalam ajang Porprov Jateng XVII 2026, ia berhasil meraih dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri.

Kabar meninggalnya Syabilla dikonfirmasi oleh Pemerintah Kabupaten Jepara melalui akun Instagram resminya. Pemerintah daerah menyampaikan ungkapan belasungkawa atas kepergian atlet yang telah mengharumkan nama daerah tersebut melalui prestasinya di bidang olahraga.

Syabilla bukan hanya dikenal sebagai atlet berprestasi, tetapi juga seorang mahasiswa. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023. Di tengah kesibukannya menjalani pendidikan tinggi, Syabilla tetap aktif mengembangkan kemampuan di bidang olahraga, khususnya renang.

Kecintaannya terhadap olahraga air telah tumbuh sejak usia dini. Syabilla diketahui mulai mengenal renang ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Minat tersebut kemudian berkembang hingga membawanya menekuni olahraga secara lebih serius dan mengikuti berbagai kegiatan serta kompetisi.

Saat menempuh pendidikan di UGM, Syabilla juga aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi di dunia olahraga.

Namun, di tengah penyelenggaraan Porprov Jateng XVII 2026, perjalanan Syabilla harus berakhir setelah insiden terjadi dalam perlombaan selam laut di Semarang. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tan Jaya menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal dari panitia dan tim medis, korban diduga mengalami kelelahan saat mengikuti pertandingan.

Menurut keterangan Erlin, peristiwa itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang saksi yang bertugas sebagai motoris perlombaan melihat Syabilla sempat melambaikan tangan ketika memasuki putaran kedua. Meski demikian, korban disebut tidak berhenti dan tetap melanjutkan perlombaan.

“Informasi dari panitia dan tim medis, korban diduga mengalami kelelahan saat bertanding. Sekitar pukul 09.00 WIB, saksi yang bertugas sebagai motoris perlombaan melihat korban sempat melambaikan tangan pada putaran kedua. Namun, korban tidak berhenti dan tetap melanjutkan perlombaan,” ujar Erlin, sebagaimana dikutip dari kumparan, Minggu (25/10/2026).

Situasi kemudian berubah ketika perlombaan memasuki putaran ketiga. Sekitar pukul 09.10 WIB, Syabilla mulai tenggelam. Melihat kejadian tersebut, pihak yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dari area perlombaan.

Setelah berhasil dievakuasi, Syabilla mendapatkan penanganan medis. Upaya pertolongan kemudian dilanjutkan dengan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Syabilla dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB setelah mendapatkan pertolongan medis.

Keterangan kepolisian tersebut menjadi gambaran awal mengenai rangkaian kejadian yang menimpa Syabilla. Dugaan kelelahan disampaikan berdasarkan informasi awal dari panitia dan tim medis, sementara kronologi yang lebih lengkap tetap perlu mengacu pada hasil penanganan pihak berwenang.

Kepergian Syabilla meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga, khususnya komunitas renang dan selam di Jawa Tengah. Prestasinya dalam meraih dua medali emas di Porprov Jateng XVII 2026 menjadi catatan penting dari perjuangannya sebagai atlet yang tetap aktif berkompetisi di tengah pendidikan akademik.

Di balik medali dan pencapaian yang diraih, Syabilla juga merupakan mahasiswa muda yang menjalani dua tanggung jawab sekaligus, yakni pendidikan dan olahraga. Perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana minat yang tumbuh sejak masa sekolah dasar terus dikembangkan hingga membawanya berprestasi di tingkat provinsi.

Tragedi ini sekaligus mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga, terutama cabang yang berlangsung di perairan terbuka. Kesiapan peserta, pemantauan kondisi atlet, serta respons cepat terhadap tanda-tanda keadaan darurat merupakan bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan selama perlombaan.

Meski demikian, penyebab pasti insiden yang dialami Syabilla tidak dapat disimpulkan hanya dari dugaan kelelahan. Informasi mengenai kondisi korban sebelum tenggelam dan faktor lain yang mungkin berperan perlu merujuk pada keterangan resmi serta hasil pemeriksaan pihak terkait.

Kini, Syabilla Rizkia Putri Raharja dikenang sebagai atlet muda asal Jepara yang menorehkan prestasi di Porprov Jawa Tengah XVII 2026. Dua medali emas yang diraihnya menjadi bagian dari perjalanan olahraga yang telah ia bangun sejak kecil, sementara kepergiannya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat yang mengenalnya.

Topik

Memuat tag...