Pesepeda Kritis Usai Terjatuh di Terowongan Kemayoran, Diduga akibat Jalan Berlubang dan Bergelombang
Nasional

Pesepeda Kritis Usai Terjatuh di Terowongan Kemayoran, Diduga akibat Jalan Berlubang dan Bergelombang

F
Fazlur Rahman 03 November 2026 · 2 penayangan

Seorang pesepeda dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah terjatuh saat melintas di Terowongan Kemayoran arah Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (30/10/2026) malam. Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang, sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pesepeda.

Informasi mengenai insiden itu disampaikan komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia melalui akun Instagram mereka. Komunitas tersebut menyoroti kondisi permukaan jalan di lokasi kejadian yang dinilai tidak aman, terutama pada bagian bekas pekerjaan penutupan utilitas yang disebut masih menyisakan lubang terbuka cukup lebar.

B2W Indonesia menjelaskan, korban melintas bersama rombongan pesepeda setelah menyelesaikan aktivitas pekerjaan. Saat melewati terowongan, mereka menemukan kondisi jalan yang tidak rata dan terdapat bagian penutup utilitas yang menganga.

“Bersama rombongan pesepeda setelah aktivitas di tempat kerja, melintas di terowongan Kemayoran, jalan yang tutup utilitasnya menganga lebar,” kata B2W Indonesia saat dikonfirmasi kumparan, Senin (2/11/2026).

Insiden tersebut kembali menjadi perhatian terhadap keselamatan pesepeda di jalan raya, khususnya di jalur yang memiliki kerusakan permukaan atau bekas pekerjaan infrastruktur. Lubang, jalan bergelombang, serta celah pada penutup saluran dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika dilalui pada malam hari saat kondisi jalan lebih sulit terlihat.

B2W Indonesia pun mendesak instansi terkait agar segera melakukan perbaikan terhadap jalan maupun jalur yang digunakan pesepeda. Menurut komunitas tersebut, kondisi infrastruktur yang membahayakan perlu segera ditangani agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.

Menanggapi kecelakaan itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang menimpa pesepeda tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan Kemayoran berada di wilayah pengelolaan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (P2KK), yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Dengan status pengelolaan tersebut, pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan itu menjadi kewenangan P2KK, bukan Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Karena itu, penanganan kerusakan jalan di lokasi kecelakaan perlu melibatkan pihak pengelola kawasan.

Meski demikian, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan akan berkoordinasi dengan P2KK untuk mendorong penanganan kondisi jalan dan celah pada manhole saluran di sekitar lokasi kejadian. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan bagian infrastruktur yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara berkala, terutama pada titik-titik yang menjadi lintasan pesepeda dan pengguna kendaraan lainnya. Penanganan lubang jalan, permukaan yang tidak rata, serta penutup saluran yang tidak terpasang dengan baik perlu menjadi perhatian agar fasilitas jalan dapat digunakan secara aman.

Topik

Memuat tag...