Mentan Amran Sebut Cadangan Beras Indonesia Capai 25 Juta Ton, Diklaim Cukup untuk Kebutuhan 10 Bulan
Nasional

Mentan Amran Sebut Cadangan Beras Indonesia Capai 25 Juta Ton, Diklaim Cukup untuk Kebutuhan 10 Bulan

F
Fazlur Rahman 02 November 2026 · 2 penayangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi cadangan pangan Indonesia, khususnya beras, masih aman di tengah meningkatnya kewaspadaan sejumlah negara terhadap potensi situasi darurat. Pemerintah mengklaim ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 25 juta ton, yang dinilai mampu menopang kebutuhan masyarakat hingga sekitar 10 bulan.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan mengenai sedikitnya 33 negara yang telah mengimbau masyarakatnya untuk menyiapkan persediaan kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Persediaan yang dianjurkan mencakup makanan tahan lama, air minum, hingga obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan selama setidaknya 72 jam.

Menanggapi perkembangan tersebut, Amran menegaskan Indonesia memiliki persediaan beras dalam jumlah besar. Menurutnya, angka ketersediaan sekitar 25 juta ton itu berasal dari beberapa sumber, mulai dari cadangan pemerintah hingga potensi produksi pertanian dan stok yang berada di masyarakat maupun sektor usaha.

Rinciannya, sekitar 4,5 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Selain itu, terdapat potensi produksi sekitar 10 juta ton dari tanaman padi yang sudah siap panen atau standing crop

Dengan kebutuhan beras nasional yang diperkirakan mencapai 2,5 juta ton setiap bulan, pemerintah memperkirakan total ketersediaan tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 10 bulan. Perhitungan itu menjadi dasar pemerintah dalam menyampaikan bahwa pasokan beras nasional masih berada dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, angka 25 juta ton tersebut perlu dipahami sebagai gabungan dari beberapa komponen persediaan, bukan seluruhnya stok pemerintah yang siap disalurkan sewaktu-waktu. Cadangan yang dikuasai Bulog, potensi hasil panen dari tanaman yang belum dipanen, serta persediaan di sektor usaha dan rumah tangga memiliki karakteristik berbeda dalam hal penguasaan maupun distribusinya.

Cadangan Beras Pemerintah yang berada di Bulog merupakan bagian dari persediaan yang dapat digunakan pemerintah untuk berbagai kebutuhan, termasuk menjaga stabilitas pasokan dan harga serta mendukung penyaluran bantuan. Adapun standing crop

Sementara itu, stok beras yang berada di sektor HOREKA dan masyarakat tersebar di luar cadangan pemerintah. Karena itu, ketersediaan tersebut tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan stok yang dapat langsung dikendalikan atau didistribusikan oleh pemerintah. Perbedaan ini menjadi penting dalam membaca angka ketahanan pangan nasional, terutama ketika pemerintah menggunakan total persediaan sebagai gambaran kemampuan memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang.

Untuk menjaga pasokan tetap stabil, pemerintah juga terus menjalankan berbagai program penguatan produksi pertanian. Langkah tersebut antara lain melalui pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Program pompanisasi diarahkan untuk membantu petani memperoleh pasokan air, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber pengairan. Optimalisasi lahan dan perbaikan irigasi juga diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian serta menjaga produktivitas tanaman padi di tengah perubahan kondisi iklim.

Di sisi lain, penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko penurunan hasil panen ketika terjadi gangguan cuaca. Berbagai langkah tersebut dinilai penting agar produksi beras tidak hanya bergantung pada kondisi musim yang menguntungkan, tetapi juga memiliki ketahanan menghadapi perubahan iklim.

Pemerintah memandang penguatan produksi dalam negeri sebagai bagian penting dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan yang tersedia dan dukungan peningkatan produktivitas pertanian, Indonesia diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan beras sekaligus mengantisipasi potensi gangguan dari dinamika global maupun kondisi iklim yang tidak menentu.

Topik

Memuat tag...