Helikopter MI-17 TNI AD Jatuh Saat Misi Pemadaman Karhutla di Seruyan, Satu Kru Meninggal Dunia
Nasional

Helikopter MI-17 TNI AD Jatuh Saat Misi Pemadaman Karhutla di Seruyan, Satu Kru Meninggal Dunia

F
Fazlur Rahman 05 November 2026 · 2 penayangan

Helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) dengan nomor registrasi HA-5235 jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11). Insiden tersebut mengakibatkan satu personel meninggal dunia, lima orang selamat, sementara dua kru lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menyampaikan, korban meninggal dunia diketahui bernama Mayor Cpn Dudi. Jenazahnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Kuala Pembuang. Sementara itu, lima personel yang selamat juga telah dibawa ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis.

"Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," kata Donny dalam keterangannya, Rabu (4/11).

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB. Sebelumnya, helikopter MI-17V5 itu lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Berdasarkan keterangan awal, insiden terjadi ketika helikopter sedang mengambil air laut untuk mendukung operasi water bombing

Dalam penerbangan tersebut, terdapat delapan orang di dalam helikopter, terdiri atas personel penerbang dan kru. Mereka adalah Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Dari delapan orang tersebut, satu personel telah dinyatakan meninggal dunia dan lima lainnya berhasil selamat. Adapun dua personel yang masih dalam proses pencarian dan evakuasi adalah Lettu Cpn Hafiz dan Serda Heri, sebagaimana tercantum dalam keterangan awal yang disampaikan terkait insiden tersebut.

Jatuhnya helikopter ini menjadi insiden serius dalam pelaksanaan operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah. Misi pemadaman melalui udara merupakan salah satu upaya untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat, termasuk melalui teknik water bombing

Hingga keterangan tersebut disampaikan, penyebab jatuhnya helikopter MI-17V5 HA-5235 masih dalam proses penyelidikan. TNI AD juga masih melakukan penanganan terhadap korban serta proses pencarian dan evakuasi dua personel yang belum ditemukan.

Topik

Memuat tag...