WNI Diduga Gabung Tentara Rusia Kirim WhatsApp ke Jubir Kemlu, Minta Dipulangkan
Nasional

WNI Diduga Gabung Tentara Rusia Kirim WhatsApp ke Jubir Kemlu, Minta Dipulangkan

D
Devi Sry Atmaja 20 September 2026 · 2 penayangan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkap adanya pesan WhatsApp dari seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengaku telah bergabung sebagai tentara Rusia. Pesan tersebut dikirim langsung ke nomor pribadi Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang dan ditujukan untuk Menteri Luar Negeri Sugiono. Yvonne mengatakan WNI tersebut meminta agar dirinya dipulangkan dari Rusia. Namun, hingga saat ini Kemlu belum menerima surat resmi yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri terkait permintaan tersebut. Informasi yang diterima baru berupa pesan melalui WhatsApp dari WNI yang bersangkutan.

"Sampai saat ini kami tidak menerima surat resmi untuk Menteri Luar Negeri RI, tapi ada satu WhatsApp yang notabene dari WNI tersebut ke nomor pribadi saya sebagai jubir, menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri RI," kata Yvonne di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Yvonne belum mengungkapkan isi lengkap pesan yang diterimanya. Kemlu masih melakukan koordinasi dengan sejumlah perwakilan RI dan instansi terkait untuk memastikan kebenaran informasi mengenai identitas serta kondisi WNI tersebut. Proses verifikasi dilakukan bersama KBRI Moskow, KBRI Kiev, serta instansi terkait lainnya. Langkah tersebut diperlukan mengingat informasi mengenai keterlibatan WNI dalam militer Rusia sebelumnya juga muncul dari laporan pihak luar yang masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau SZRU pada 27 Agustus 2026 mengungkap bahwa pihaknya memperoleh dokumen mengenai sedikitnya delapan warga negara Indonesia yang disebut telah direkrut ke dalam militer Rusia. SZRU menyatakan Rusia merekrut warga asing untuk ikut dalam perang melawan Ukraina. Laporan tersebut menyebut adanya pola perekrutan warga asing dengan sejumlah tawaran, termasuk bayaran tinggi, pekerjaan yang disebut tidak berkaitan dengan pertempuran, hingga peluang memperoleh kewarganegaraan Rusia. Namun, seluruh informasi tersebut merupakan klaim dari badan intelijen Ukraina dan saat ini Kemlu RI masih melakukan verifikasi terhadap informasi terkait WNI yang disebut terlibat.

Di tengah proses penelusuran tersebut, Kemlu mengingatkan masyarakat Indonesia agar lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran pekerjaan di wilayah konflik. Pemerintah meminta WNI mempertimbangkan risiko apabila tawaran pekerjaan tersebut berpotensi membawa mereka terlibat dalam kegiatan militer negara asing.

"Di sini kami ingin mengimbau para WNI untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di wilayah konflik maupun yang berpotensi melibatkan mereka dalam kegiatan militer negara asing," ujar Yvonne.

Kemlu terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di kawasan serta instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai WNI tersebut. Pemerintah juga masih memastikan apakah pesan yang diterima Yvonne benar berasal dari WNI yang dimaksud serta bagaimana kondisi dan statusnya saat ini. Kasus tersebut menjadi perhatian karena keterlibatan WNI dalam aktivitas militer asing di tengah konflik bersenjata dapat menimbulkan persoalan serius terkait keselamatan warga negara dan upaya perlindungan konsuler. Kemlu menyatakan proses verifikasi akan dilakukan sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut terhadap informasi yang diterima.

Topik

Memuat tag...