S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil
Nasional

S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di BBB dengan Outlook Stabil

F
Fazlur Rahman 16 Juli 2026 · 3 penayangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan prestasi ekonomi Indonesia di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB (untuk jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan prospek outlook stabil.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (14/7/2026), yang membahas tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Rancangan Undang-Undang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.

“Sebagai penutup, kami ingin menyampaikan kabar baik bahwa lembaga rating S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB atau A-2 dengan outlook stabil,” kata Purbaya, seperti dikutip dalam rapat tersebut.

Menurut Menteri Purbaya, pencapaian ini bukan hasil kebetulan. Ia menjelaskan bahwa pada April 2026 lalu, dirinya bersama anggota Komisi XI DPR RI telah melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan S&P Global Ratings. Dalam pertemuan itu, pemerintah memaparkan secara mendalam kondisi perekonomian Indonesia serta arah kebijakan fiskal yang sedang dijalankan.

Purbaya menekankan bahwa S&P mengapresiasi pendekatan kebijakan ekonomi Indonesia yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, sekaligus tetap patuh pada kerangka hukum yang telah ditetapkan parlemen.

“Kebijakan ekonomi yang dijalankan di Indonesia merupakan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat tanpa melanggar Undang-Undang yang ada yang telah dibuat oleh Parlemen,” ujarnya.

Pertahanan peringkat BBB dengan outlook stabil oleh S&P menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Peringkat ini mencerminkan penilaian atas kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban utangnya, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Pemerintah diharapkan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat reformasi struktural, dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif agar peringkat kredit nasional dapat terus membaik di masa mendatang.

Topik

Memuat tag...