Purbaya Dicopot Mendadak, Sejam Kemudian Suahasil Nazara Sudah Jadi Menkeu
Nasional

Purbaya Dicopot Mendadak, Sejam Kemudian Suahasil Nazara Sudah Jadi Menkeu

F
Fazlur Rahman 15 September 2026 · 4 penayangan

Pergantian Menteri Keuangan berlangsung dalam tempo yang nyaris tanpa jeda pada Senin (14/9/2026). Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot dari jabatannya, sementara kursi Menteri Keuangan langsung diisi Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Rangkaian pergantian tersebut menjadi sorotan karena prosesnya berlangsung sangat cepat. Purbaya disebut menerima kabar mengenai pemberhentian dirinya melalui telepon “dadakan” sekitar pukul 14.33 WIB ketika tengah mengikuti rapat di DPD.

Tidak lama setelah kabar tersebut diterima Purbaya, perubahan di kursi bendahara negara langsung bergerak menuju tahap berikutnya. Sekitar satu jam kemudian, pukul 15.32 WIB, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta.

Presiden menetapkan pergantian tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Dalam seremoni itu, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

Cepatnya pergantian membuat posisi Menteri Keuangan berpindah tangan dalam hitungan jam. Purbaya yang masih menjalankan aktivitas sebagai menteri pada siang hari harus menerima kabar pemberhentian, sementara penggantinya sudah resmi menjalankan tugas pada sore hari.

Pergantian tersebut memiliki arti penting karena Menteri Keuangan memegang posisi strategis dalam pengelolaan keuangan negara. Kementerian Keuangan bertanggung jawab atas kebijakan fiskal, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penerimaan negara, belanja, pembiayaan, serta berbagai kebijakan yang berpengaruh terhadap perekonomian nasional.

Karena itu, perubahan mendadak di kursi Menteri Keuangan otomatis menjadi perhatian pasar dan dunia usaha. Investor dan pelaku ekonomi akan melihat apakah pergantian tersebut membawa perubahan terhadap arah kebijakan fiskal atau justru menjaga kebijakan yang telah berjalan.

Suahasil sendiri bukan figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia juga memiliki pengalaman sebagai akademisi dan pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal, sehingga memiliki rekam pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal.

Latar belakang tersebut membuat proses transisi secara kelembagaan relatif tidak dimulai dari nol. Suahasil telah berada di dalam lingkungan Kementerian Keuangan dan memahami berbagai proses yang berkaitan dengan pengelolaan fiskal.

Setelah dilantik, Suahasil langsung memberikan sinyal mengenai arah kebijakan fiskal yang akan dijalankannya. Ia memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah 3 persen.

Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah perhatian terhadap kesinambungan APBN. Pemerintah harus menjalankan berbagai program prioritas sekaligus menjaga kredibilitas fiskal dan kepercayaan pasar.

Sejumlah ekonom menilai pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan dapat membantu menjaga kesinambungan kebijakan. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penunjukan Suahasil cenderung positif dari sisi kesinambungan fiskal karena ia telah memahami pengelolaan penerimaan, belanja, pembiayaan, dan koordinasi kebijakan.

Namun, pergantian cepat tersebut tetap menimbulkan pertanyaan mengenai alasan Purbaya diberhentikan. Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan secara terbuka alasan spesifik Presiden Prabowo mengganti Purbaya dengan Suahasil.

Ketiadaan penjelasan resmi membuat berbagai spekulasi mudah muncul di ruang publik. Meski demikian, alasan yang belum diumumkan tidak semestinya langsung diisi dengan dugaan tertentu tanpa keterangan resmi dari pemerintah.

Yang telah dipastikan adalah pergantian tersebut memang resmi dan dituangkan dalam keputusan presiden. Dengan demikian, status Purbaya sebagai Menteri Keuangan berakhir pada Senin (14/9), sementara Suahasil memperoleh mandat baru untuk memimpin kementerian tersebut.

Bagi Suahasil, tantangan langsung berada di depan mata. Ia harus memastikan seluruh mesin Kementerian Keuangan tetap bekerja tanpa gangguan akibat pergantian pimpinan. Agenda pengelolaan APBN, penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, serta persiapan kebijakan fiskal harus tetap berjalan.

Ia juga perlu memastikan perubahan kepemimpinan tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan di pasar. Dalam kondisi ekonomi yang sensitif terhadap kebijakan fiskal, konsistensi komunikasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha.

Respons pasar pada hari pergantian pun menjadi perhatian. Indeks Harga Saham Gabungan sempat mengalami tekanan hingga kemudian berbalik arah dan ditutup melemah tipis 0,10 persen. Perubahan tersebut berlangsung ketika pasar mencermati penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan baru.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar persoalan rotasi jabatan dalam kabinet. Figur yang menduduki posisi tersebut juga berkaitan erat dengan ekspektasi terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Di tengah pergantian yang begitu cepat, pengalaman Suahasil menjadi salah satu modal pemerintah untuk menjaga kesinambungan. Sebagai orang yang sebelumnya berada di posisi wakil menteri, ia telah mengenal struktur organisasi, proses kerja, serta berbagai agenda fiskal yang sedang berjalan.

Sementara itu, masa jabatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan berakhir relatif singkat setelah ia sebelumnya menggantikan Sri Mulyani. Kini, tongkat estafet kembali berpindah, kali ini kepada figur yang sebelumnya duduk tepat di bawahnya dalam struktur Kementerian Keuangan.

Kecepatan proses tersebut menjadi bagian paling mencolok dari pergantian hari ini. Pada awal siang, Purbaya masih menjalankan kegiatan sebagai Menteri Keuangan. Beberapa jam kemudian, posisi tersebut telah berpindah kepada Suahasil.

Namun, pekerjaan yang harus dihadapi menteri baru tidak ikut berubah. APBN tetap harus dijalankan, penerimaan negara harus dijaga, belanja harus dikendalikan, dan kredibilitas fiskal pemerintah harus dipertahankan.

Suahasil menyatakan pergantian tersebut bukan alasan untuk mengabaikan pekerjaan yang sudah berjalan. Pengalaman dan keterlibatannya selama berada di Kementerian Keuangan menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan fiskal.

Pada saat yang sama, publik masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai alasan Presiden Prabowo mengambil keputusan mengganti Purbaya. Penjelasan tersebut penting untuk memberikan kepastian sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi mengenai perubahan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Yang jelas, sebuah babak baru telah dimulai di Kementerian Keuangan. Purbaya pergi secara mendadak, dan hanya dalam hitungan sekitar satu jam, Suahasil Nazara resmi mengambil alih kursi Menteri Keuangan.

Kini, perhatian beralih kepada Suahasil dan langkah pertamanya sebagai bendahara negara. Di tengah pergantian yang mengejutkan, tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa pergantian orang tidak berubah menjadi ketidakpastian terhadap pengelolaan ekonomi dan fiskal Indonesia.

Topik

Memuat tag...