Polisi Siapkan Pengamanan Tiga Lapis untuk Kehadiran Jokowi di PN Jaktim
JAKARTA - Polisi menyiapkan pengamanan tiga lapis menjelang kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Jokowi akan hadir sebagai saksi pelapor dalam sidang kasus dugaan fitnah ijazah palsu. Terdakwa dalam perkara tersebut adalah Roy Suryo dan dr Tifa. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026). Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal memberikan penjelasan resmi. Ia mengatakan pengamanan akan dibagi menjadi tiga ring. Pembagian tersebut disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kebutuhan di lapangan. Skema tiga lapis diterapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Kita polakan untuk ring 1 yaitu pengamanan di mana di sebuah sidang utama. Ring 2 di sekitaran di Pengadilan Negeri (kantor), dan di ring 3 adalah di luar daripada kantor Pengadilan Negeri,” kata Alfian pada Selasa (3/11/2026).
Ring 1 difokuskan pada pengamanan di ruang sidang utama. Area ini menjadi titik paling krusial karena menjadi lokasi kehadiran saksi dan terdakwa. Personel di ring dalam bertugas menjaga ketertiban proses persidangan. Akses masuk ke ruang sidang diperketat. Ring 2 mencakup area sekitar gedung pengadilan. Pengamanan di zona ini bertujuan mengendalikan pergerakan massa di lingkungan kantor PN. Personel ditempatkan di titik-titik strategis di dalam kompleks. Koordinasi antar satuan dilakukan secara intensif.
Ring 3 berada di luar lingkungan pengadilan. Lapisan terluar ini berfungsi mengantisipasi potensi gangguan dari luar. Pengamanan di area publik sekitar PN Jakarta Timur diperkuat. Pengaturan lalu lintas dan massa menjadi bagian dari tugas di ring ini.Alfian mengatakan jumlah personel yang dikerahkan masih dalam tahap perhitungan. Penentuan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi di lapangan. Evaluasi terus dilakukan menjelang hari sidang. Fleksibilitas penempatan personel dijaga. Polisi juga akan mengombinasikan pengamanan terbuka dan tertutup. Pendekatan ganda diterapkan untuk meningkatkan efektivitas. Pengamanan terbuka memberikan efek deteren visual. Pengamanan tertutup mendukung deteksi dini dan antisipasi tersembunyi. Pengamanan terbuka akan melibatkan personel berseragam. Kehadiran mereka di lokasi memberikan jaminan ketertiban secara kasatmata. Masyarakat dan peserta sidang dapat melihat langsung kesiapan aparat. Efek psikologis menjadi salah satu tujuan.
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur akan berkoordinasi dengan Biro Operasi Polda Metro Jaya. Koordinasi tersebut bertujuan mendapatkan bantuan personel. Satuan Brimob dan Samapta direncanakan dilibatkan. Dukungan kekuatan tambahan memperkuat pengamanan. Selain itu, Satreskrim akan dilibatkan sebagai satuan tugas penegakan hukum. Peran mereka terkait kesiapan penindakan jika terjadi pelanggaran. Fungsi penegakan hukum tetap berjalan beriringan dengan pengamanan. Sinergi antar satuan diinternalisasi. Polisi juga menyiapkan deteksi dini melalui Satintelkam. Pelibatan mencakup Satintelkam Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur. Deteksi dini bertujuan mengidentifikasi potensi gangguan sejak awal. Informasi intelijen menjadi dasar pengambilan keputusan operasional.
“Yang perlu kita antisipasi adalah massa dari dua kubu. Sehingga kami sudah siapkan untuk tempat parkir daripada kubu dari pihak pro Jokowi atau dari pro Roy Suryo maupun dari dr Tifa,” ujar Alfian.
Antisipasi terhadap massa pendukung menjadi bagian penting dari perencanaan. Pemisahan area parkir disiapkan untuk menghindari gesekan. Alfian mengatakan pihaknya telah melakukan survei lokasi. Survei dilakukan bersama Ketua PN Jakarta Timur dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Kolaborasi lintas institusi memastikan persiapan matang. Seluruh titik krusial dipetakan. Survei tersebut mencakup ruang sidang utama hingga lokasi transit bagi saksi dan terdakwa. Jalur pergerakan saksi pelapor dan terdakwa menjadi perhatian khusus. Pengamanan di titik transit dipersiapkan secara detail. Kelancaran proses sidang menjadi tujuan utama.
Kehadiran Jokowi sebagai saksi pelapor meningkatkan kompleksitas pengamanan. Statusnya sebagai mantan presiden memerlukan protokol khusus. Polisi menyesuaikan skema dengan mempertimbangkan seluruh aspek. Tidak ada celah yang dibiarkan terbuka. Pembagian tiga ring memudahkan komando dan pengendalian di lapangan. Setiap lapisan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Koordinasi antar ring dilakukan secara berjenjang. Respons terhadap situasi dapat dilakukan dengan cepat.
Kombinasi pengamanan terbuka dan tertutup memberikan perlindungan menyeluruh. Personel berseragam menjaga ketertiban visual, sementara elemen tertutup mendukung aspek intelijen. Bantuan Brimob dan Samapta memperkuat kapasitas. Deteksi dini menjadi garda terdepan. Persiapan tempat parkir terpisah untuk kubu yang berbeda menunjukkan kehati-hatian. Polisi mengantisipasi potensi gesekan antar pendukung. Pengaturan massa menjadi bagian integral dari pengamanan. Ketertiban di luar dan di dalam pengadilan sama-sama dijaga.