Persija Jakarta Ajukan Banding atas Sanksi Berat Komdis PSSI Terkait Pelanggaran Suporter
Nasional

Persija Jakarta Ajukan Banding atas Sanksi Berat Komdis PSSI Terkait Pelanggaran Suporter

D
Devi Sry Atmaja 20 September 2026 · 2 penayangan

JAKARTA - Persija Jakarta memutuskan untuk mengajukan banding atas sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI. Sanksi tersebut muncul akibat sejumlah pelanggaran yang dilakukan suporter, mulai dari penyalaan kembang api di area hotel tim tamu, penggunaan flare, hingga pelemparan botol saat laga melawan Persib Bandung. Keputusan banding diambil setelah manajemen menilai hukuman yang diterima terlalu memberatkan dan berdampak langsung pada operasional klub. Ketua Panitia Pelaksana Persija, Albinus Laurent, mengonfirmasi langkah hukum tersebut. Ia menjelaskan bahwa banding diajukan sesuai dengan Pasal 117 Kode Disiplin PSSI. Langkah ini menjadi respons resmi klub terhadap hukuman yang meliputi denda ratusan juta rupiah serta larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Konsekuensi dari larangan tersebut memaksa laga kandang terdekat Persija dipindahkan ke Bali.

Sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI dinilai cukup berat oleh pihak Persija. Selain denda dalam jumlah besar, pembatasan wilayah pertandingan kandang menimbulkan tantangan logistik dan finansial yang tidak kecil. Pemindahan laga ke Bali menjadi salah satu dampak nyata yang harus segera diantisipasi klub. Manajemen berupaya mencari solusi agar dampak terhadap tim dan suporter dapat diminimalkan. Pelanggaran yang menjadi dasar sanksi terjadi dalam laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung. Sejumlah suporter dilaporkan menyalakan kembang api di area hotel tempat tim tamu menginap. Penggunaan flare di dalam dan luar stadion serta pelemparan botol selama pertandingan juga menjadi catatan pelanggaran. Insiden-insiden tersebut kemudian diproses oleh Komite Disiplin PSSI hingga menghasilkan hukuman yang kini digugat.

Albinus Laurent menegaskan bahwa banding merupakan hak klub yang dijamin dalam regulasi PSSI. Dengan merujuk pada Pasal 117 Kode Disiplin, Persija ingin memastikan bahwa seluruh proses penjatuhan sanksi dapat diuji kembali secara objektif. Klub berharap majelis banding dapat mempertimbangkan seluruh fakta dan konteks kejadian secara menyeluruh. Langkah ini diambil demi menjaga kepentingan tim dan kelangsungan kompetisi. Denda ratusan juta rupiah yang dikenakan menjadi beban tersendiri bagi keuangan klub. Di sisi lain, larangan menggelar dua pertandingan kandang di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya memaksa Persija mencari venue alternatif di luar pulau. Pilihan Bali sebagai lokasi pengganti laga kandang terdekat menunjukkan betapa luas dampak sanksi yang dijatuhkan. Manajemen terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran persiapan.

Persija Jakarta menilai bahwa sanksi yang diterima perlu ditinjau ulang agar proporsional dengan pelanggaran yang terjadi. Banding yang diajukan diharapkan dapat memberikan ruang bagi klub untuk menyampaikan pembelaan secara lengkap. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk memperjelas posisi suporter dan tanggung jawab klub dalam menjaga ketertiban. Seluruh tahapan akan dijalani sesuai mekanisme yang berlaku di PSSI. Dengan diajukannya banding, Persija Jakarta menunjukkan sikap tidak tinggal diam terhadap hukuman yang dinilai berat. Konfirmasi dari Albinus Laurent memperkuat komitmen klub untuk memperjuangkan haknya melalui jalur resmi. Publik dan suporter menantikan perkembangan proses banding ini, termasuk kemungkinan perubahan atau pengurangan sanksi. Keputusan akhir akan sangat menentukan arah persiapan tim di laga-laga mendatang.

Topik

Memuat tag...