KWP Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga ABK yang Hilang di Selat Sunda
Nasional

KWP Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga ABK yang Hilang di Selat Sunda

D
Devi Sry Atmaja 20 September 2026 · 2 penayangan

JAKARTA - Rasa solidaritas dan empati ditunjukkan para awak media yang tergabung dalam Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Pada Jumat (18/9/2026), KWP menggelar doa bersama untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hingga kini masih dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Kelima jurnalis tersebut diketahui tengah menjalankan tugas peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ketika dilaporkan hilang. Mereka masing-masing bernama Bagus, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donald. Bersama mereka, tiga ABK yang berada dalam perjalanan tersebut juga masih belum diketahui keberadaannya.

Kegiatan doa bersama digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi para korban dan keluarga yang masih menanti kabar. Para wartawan yang hadir berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga. Ketua KWP Ariawan menyampaikan harapan agar pencarian terhadap para jurnalis dan ABK tidak berhenti hanya karena operasi SAR resmi telah ditutup. Ia berharap masih terdapat kemungkinan para korban ditemukan, terlebih wilayah perairan Selat Sunda memiliki jalur pelayaran dan aktivitas nelayan yang cukup ramai.

Ariawan juga mengimbau para nelayan serta masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda maupun petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan para korban. Menurutnya, informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting bagi keluarga maupun pihak terkait untuk mengetahui keberadaan para jurnalis dan ABK tersebut. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan benda, perahu, maupun tanda lain yang diduga berkaitan dengan korban.

Hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian di kalangan insan pers. Para jurnalis berada di lapangan untuk menjalankan tugas jurnalistik dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut. Doa bersama yang dilakukan KWP menjadi bentuk solidaritas sesama pekerja media sekaligus pengingat atas risiko yang dapat dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki kondisi alam dan cuaca yang tidak menentu.

Di tengah berakhirnya operasi SAR resmi, keluarga para korban masih berharap adanya kabar mengenai keberadaan mereka. KWP pun menyampaikan dukungan kepada keluarga serta berharap setiap informasi yang muncul dapat membantu menemukan titik terang mengenai nasib lima jurnalis dan tiga ABK yang hingga kini masih belum ditemukan.

Topik

Memuat tag...