Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Suporter Tewas di Luar Stadion, Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan
Football

Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Suporter Tewas di Luar Stadion, Tegaskan Tak Boleh Ada Kekerasan

F
Fazlur Rahman 28 Oktober 2026 · 2 penayangan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta kepolisian menindak tegas setiap pelaku tindak kriminal yang menyebabkan suporter sepak bola kehilangan nyawa, termasuk insiden kekerasan yang terjadi di luar stadion. Ia menegaskan, keselamatan suporter harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikorbankan akibat rivalitas maupun tindakan kekerasan setelah pertandingan.

Erick menilai, sepak bola seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan, mendukung tim kebanggaan, dan membangun kebersamaan. Karena itu, tindakan kriminal yang berujung pada hilangnya nyawa suporter tidak boleh dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas.

Menurut Erick, tidak boleh ada lagi suporter yang meninggal dunia akibat kekerasan antarsuporter. Ia meminta setiap peristiwa yang menimbulkan korban jiwa ditangani secara serius agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Erick juga menjelaskan bahwa pemberian sanksi harus disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pihak. PSSI memiliki mekanisme dan kewenangan dalam menangani pelanggaran yang berkaitan dengan penyelenggaraan sepak bola, sementara tindak pidana menjadi ranah aparat penegak hukum untuk diselidiki dan diproses secara hukum.

Apabila insiden kekerasan terjadi di luar area stadion, PSSI akan mendorong agar peristiwa tersebut diusut hingga tuntas oleh kepolisian. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap tindakan kriminal mendapatkan penanganan yang semestinya, tanpa mengabaikan proses hukum dan pembuktian.

Perhatian Erick tersebut juga berkaitan dengan dugaan tindak kejahatan yang terjadi setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Menyikapi insiden tersebut, PSSI mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendorong penanganan kasus sesuai prosedur.

Saat ini, PSSI menunggu perkembangan penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Proses tersebut diharapkan dapat mengungkap secara jelas kronologi kejadian, pihak-pihak yang terlibat, serta unsur pidana yang mungkin ditemukan dalam peristiwa tersebut.

Koordinasi antara PSSI dan kepolisian menjadi bagian penting dalam menangani persoalan keamanan sepak bola. Meski pengamanan pertandingan biasanya berfokus pada area stadion, potensi gangguan juga perlu mendapat perhatian ketika penonton meninggalkan lokasi dan kembali ke lingkungan masing-masing.

Kasus kekerasan terhadap suporter juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga keamanan sepak bola tidak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan. Penyelenggara pertandingan, klub, suporter, dan aparat terkait memiliki peran masing-masing dalam menciptakan situasi yang aman, baik sebelum, selama, maupun setelah pertandingan berlangsung.

Di sisi lain, penanganan tegas terhadap tindak kriminal perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan. Edukasi suporter, penguatan koordinasi antarklub, serta penanganan potensi konflik sejak dini dapat membantu mengurangi risiko bentrokan dan kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat.

PSSI berharap penyelidikan atas insiden setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung dapat berjalan hingga tuntas. Penegakan hukum yang transparan dan sesuai prosedur diharapkan memberikan kejelasan bagi pihak-pihak yang terdampak sekaligus menjadi peringatan bahwa kekerasan dalam sepak bola tidak dapat dibenarkan.

Bagi Erick, keselamatan manusia harus berada di atas rivalitas klub maupun fanatisme terhadap tim. Sepak bola semestinya menghadirkan kegembiraan dan persatuan, bukan menjadi alasan bagi siapa pun untuk melakukan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.

Topik

Memuat tag...