Bertahan Empat Hari di Laut, Lima Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan
KEPULAUAN SELAYAR – Harapan di tengah tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa akhirnya datang. Lima penumpang yang sebelumnya dinyatakan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah bertahan hidup selama empat hari terombang-ambing di lautan di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kelima korban ditemukan oleh kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Kepulauan Selayar. Mereka berhasil bertahan hidup dengan cara berpegangan pada rompong, yakni rumah ikan milik nelayan yang mengapung di laut, hingga akhirnya ditemukan dan dievakuasi.
Adapun identitas lima korban yang berhasil diselamatkan yakni Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7), dan Sri Ardita (17). Saat ditemukan, kondisi para korban dilaporkan dalam keadaan lemah setelah berhari-hari berada di tengah laut tanpa perlindungan yang memadai. Meski demikian, mereka berhasil bertahan hingga kapal nelayan yang melintas melihat keberadaan mereka dan segera melakukan proses penyelamatan. Setelah dievakuasi ke atas KMN Sinar Matoanging 04, kelima korban langsung mendapatkan pertolongan awal sebelum dibawa menuju lokasi yang lebih aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa dilaporkan berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 orang di dalam kapal. Namun di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan mesin yang menyebabkan situasi darurat. Tidak lama kemudian, kapal dilaporkan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi. Insiden tersebut langsung memicu operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim SAR gabungan, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, hingga nelayan setempat. Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi para korban hanyut.
Penemuan lima korban yang selamat setelah empat hari mengapung di laut menjadi secercah harapan di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung. Kisah mereka bertahan hidup dengan berpegangan pada sebuah rompong menunjukkan kuatnya naluri untuk bertahan dalam situasi yang sangat ekstrem. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap penumpang lainnya yang belum ditemukan. Petugas mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.

