Menlu Sugiono Dorong Penguatan Kerja Sama ASEAN-Rusia di Bidang Energi, Pangan, dan Kesehatan
Nasional

Menlu Sugiono Dorong Penguatan Kerja Sama ASEAN-Rusia di Bidang Energi, Pangan, dan Kesehatan

D
Devi Sry Atmaja 26 Juli 2026 · 4 penayangan

Manila – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong penguatan kerja sama strategis antara ASEAN dan Rusia di bidang ketahanan energi, keamanan pangan, dan sistem kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan ASEAN-Rusia Pasca Konferensi Tingkat Menteri (Post Ministerial Conference/PMC) yang digelar di Manila, Filipina. Sugiono menekankan bahwa kemitraan kedua pihak harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat kawasan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, ketahanan tidak hanya soal merespons krisis, melainkan juga kemampuan mengantisipasi risiko, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjaga perdamaian jangka panjang.

Dalam bidang energi, Menlu Sugiono menyoroti pentingnya Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030. Program tersebut dinilai menjadi landasan kuat untuk membangun arsitektur energi kawasan yang stabil, terbuka, dan tangguh.

“Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia periode 2026-2030 menjadi landasan kuat dalam membangun ketahanan energi jangka panjang,” ujar Sugiono.

Di sektor pangan, ia menegaskan peran vital Rusia sebagai salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia. Akses yang andal terhadap komoditas tersebut sangat penting untuk menjaga produksi pertanian, stabilitas harga pangan, serta meningkatkan akses terhadap bahan pangan bergizi di kawasan ASEAN. Sugiono juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern dan praktik

climate-resilient farming guna meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.

Sementara itu, di bidang kesehatan, Menlu RI menyoroti perlunya peningkatan kapasitas dan pertukaran pelatihan bagi petugas kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan kawasan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan di masa depan.

Sugiono menegaskan bahwa seluruh kemitraan ASEAN-Rusia harus tetap berlandaskan prinsip multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta sentralitas ASEAN. Menurutnya, kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan akan memperkuat ketahanan bersama serta mendukung stabilitas kawasan.

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Post Ministerial Conferences yang memperkuat kemitraan strategis ASEAN dengan mitra dialog, termasuk Rusia yang tahun ini memperingati 35 tahun hubungan dengan ASEAN.

Topik

Memuat tag...