Anggaran Dipangkas Drastis, Perpusnas Tak Lagi Mampu Salurkan Bantuan Buku Secara Masif
Nasional

Anggaran Dipangkas Drastis, Perpusnas Tak Lagi Mampu Salurkan Bantuan Buku Secara Masif

D
Devi Sry Atmaja 17 Juli 2026 · 3 penayangan

JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Aminudin Aziz mengungkapkan adanya dampak serius akibat pemotongan anggaran lembaganya yang cukup besar. Salah satu imbas yang dirasakan adalah terganggunya program bantuan buku untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat di berbagai daerah. Hal tersebut disampaikan Aminudin dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Ia menyebut penurunan anggaran yang signifikan membuat sejumlah program literasi tidak dapat berjalan optimal.

"Bahwa betul dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu. Misalnya tadi disampaikan juga terkait dengan bantuan buku,” ujar Aminudin.

Aminudin menjelaskan, anggaran Perpusnas pada tahun 2026 tercatat sebesar Rp377,9 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan hampir separuh dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp721 miliar pada 2025, meskipun anggaran 2025 kemudian juga mengalami proses efisiensi. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan Perpusnas dalam menjalankan berbagai program pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan distribusi bahan bacaan ke masyarakat.

Salah satu program yang terdampak adalah pengiriman bantuan buku ke perpustakaan daerah, sekolah, serta berbagai komunitas literasi di seluruh Indonesia. Aminudin mengungkapkan bahwa dengan kondisi anggaran saat ini, Perpusnas tidak lagi mampu menjalankan program penyaluran bantuan buku seperti sebelumnya. Ia menyebut lembaganya harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

Menurut Aminudin, pemangkasan anggaran membuat Perpusnas tidak dapat menjalankan gerakan literasi secara luas dan masif seperti tahun-tahun sebelumnya. Padahal, distribusi buku merupakan salah satu upaya penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas perpustakaan. Perpusnas selama ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya membaca masyarakat, mulai dari penguatan perpustakaan daerah, penyediaan koleksi buku, hingga berbagai program peningkatan kemampuan literasi.

Dengan berkurangnya dukungan anggaran, sejumlah pihak menilai perlu adanya perhatian lebih terhadap keberlanjutan program literasi nasional agar tidak menghambat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Aminudin berharap pemerintah dan DPR dapat memahami dampak dari keterbatasan anggaran tersebut, terutama terhadap program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Perpusnas memastikan tetap berupaya menjalankan tugas pokoknya dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat. Namun, Aminudin menegaskan bahwa tanpa dukungan anggaran yang memadai, jangkauan program literasi tidak dapat dilakukan secara maksimal seperti sebelumnya. Pemotongan anggaran Perpusnas menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlangsungan program literasi nasional, terutama di tengah kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan dan akses informasi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Topik

Memuat tag...