Adidas Minta Maaf Usai Iklan Eks Tentara Israel Picu Kontroversi, Dikaitkan dengan Krisis Amputasi di Gaza
Berita International

Adidas Minta Maaf Usai Iklan Eks Tentara Israel Picu Kontroversi, Dikaitkan dengan Krisis Amputasi di Gaza

F
Fazlur Rahman 09 September 2026 · 3 penayangan

Adidas meminta maaf setelah kampanye promosi layanan sepatu khusus penyandang disabilitas di Israel menuai kritik dan seruan boikot. Kontroversi muncul karena salah satu figur yang ditampilkan dalam iklan tersebut adalah Shalev Biton, mantan tentara Israel atau Israel Defense Forces (IDF) yang kehilangan kaki kirinya setelah terluka saat bertugas pada 2021.

Biton menjadi salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam materi promosi layanan Single Shoe

Layanan Single Shoe sendiri bukan program yang secara khusus dibuat untuk mantan tentara Israel. Adidas menyebut program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap olahraga bagi konsumen dan atlet yang membutuhkan hanya satu sepatu. Program itu pertama kali diperkenalkan di Eropa pada awal 2026 dan kemudian diperluas ke sejumlah negara di Asia serta Timur Tengah.

Namun, pemilihan Biton sebagai salah satu wajah kampanye lokal tersebut memicu reaksi keras di media sosial. Aktivis pro-Palestina menilai penggunaan mantan tentara Israel dalam promosi layanan untuk penyandang disabilitas menjadi sangat sensitif di tengah tingginya jumlah warga Palestina yang mengalami kehilangan anggota tubuh akibat perang di Gaza.

Kritik tersebut berkembang menjadi seruan boikot terhadap Adidas. Sejumlah aktivis membandingkan kampanye tersebut dengan kondisi warga Palestina di Gaza, termasuk anak-anak yang mengalami amputasi akibat konflik. Al Jazeera melaporkan bahwa aktivis menilai kampanye tersebut tidak sensitif terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.

Adidas kemudian menyampaikan permintaan maaf atas reaksi yang muncul. Perusahaan mengakui bahwa penggunaan gambar dalam aktivasi lokal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras dari berbagai pihak.

“Kami menyadari bahwa sebuah gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras. Sama sekali bukan niat kami untuk menimbulkan ketersinggungan, dan kami meminta maaf kepada siapa pun yang terdampak,” demikian pernyataan Adidas.

Perusahaan juga menegaskan bahwa materi yang menampilkan Biton merupakan kampanye lokal Adidas di Israel dan bukan bagian dari kampanye global. Poster tersebut hanya digunakan di toko-toko Adidas di Israel bersama materi yang menampilkan atlet penyandang disabilitas lainnya.

Adidas mengatakan akan menanggapi masukan yang muncul dengan serius dan terus mengevaluasi penerapan nilai inklusivitas dalam aktivitasnya. Perusahaan juga menegaskan bahwa layanan Single Shoe terus diperluas ke berbagai wilayah, termasuk sejumlah negara di Timur Tengah.

Di tengah kontroversi tersebut, latar belakang Biton turut menjadi sorotan. Ia pernah bertugas di Brigade Nahal, salah satu unit infanteri IDF. Pada 12 Mei 2021, ketika terjadi konflik antara Israel dan Hamas, kendaraan militer yang ditumpanginya terkena rudal antiranjau yang ditembakkan dari arah Gaza. Biton mengalami luka serius dan kemudian kaki kirinya harus diamputasi. Setelah menjalani rehabilitasi, ia kembali berlari menggunakan kaki prostetik.

Konteks tersebut menjadi bagian penting dalam kontroversi karena kampanye Adidas secara khusus berbicara mengenai aksesibilitas bagi orang yang mengalami perbedaan anggota tubuh. Bagi para pengkritiknya, pemilihan seorang mantan tentara Israel sebagai salah satu figur kampanye dianggap tidak dapat dipisahkan dari situasi perang dan tingginya angka amputasi di Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagaimana dikutip Anadolu Agency, memperkirakan Gaza telah mencatat lebih dari 5.000 amputasi traumatis pada anggota tubuh serta lebih dari 22.000 cedera serius pada ekstremitas sejak Oktober 2023. Sebagian dari mereka yang mengalami cedera yang mengubah kehidupan tersebut merupakan anak-anak.

Meski demikian, sejumlah laporan juga mencatat adanya informasi yang keliru dalam sebagian kritik di media sosial. Biton tidak kehilangan kakinya dalam perang Gaza yang dimulai pada Oktober 2023. Ia mengalami cedera pada 2021, ketika bertugas di wilayah Israel dekat perbatasan Gaza. Materi iklan yang menampilkannya juga tidak menyebut latar belakang militernya maupun bagaimana ia kehilangan kakinya.

Kontroversi ini membuat Adidas kembali menghadapi sorotan terkait aktivitasnya di Israel dan Palestina. Perusahaan sebelumnya juga pernah menghadapi tekanan dan kritik mengenai keterlibatannya dengan Timnas Israel, sehingga isu terbaru tersebut kembali menempatkan kebijakan dan aktivitas Adidas di kawasan tersebut dalam perhatian publik.

Bagi Adidas, layanan Single Shoe dirancang untuk menghilangkan kebutuhan membeli sepasang sepatu ketika konsumen hanya dapat atau perlu menggunakan satu sepatu. Namun, di tengah konflik Israel-Palestina yang masih berlangsung dan tingginya jumlah warga Palestina yang mengalami cedera serius, keputusan menampilkan mantan tentara Israel sebagai salah satu figur promosi justru berkembang menjadi persoalan yang jauh lebih luas daripada sekadar kampanye pemasaran.

Permintaan maaf Adidas kini menjadi respons perusahaan terhadap gelombang kritik dan seruan boikot tersebut. Perusahaan menyatakan akan terus mendengarkan masukan, belajar dari reaksi yang muncul, dan memastikan aktivitasnya tetap mencerminkan nilai inklusivitas yang selama ini dikampanyekan.

Topik

Memuat tag...