Israel Ancam Balas Inggris jika London Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap Tel Aviv
Berita International

Israel Ancam Balas Inggris jika London Jatuhkan Sanksi Ekonomi terhadap Tel Aviv

D
Devi Sry Atmaja 09 September 2026 · 3 penayangan

Israel kembali melontarkan peringatan kepada Inggris terkait kemungkinan penerapan sanksi ekonomi terhadap Tel Aviv. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar menegaskan negaranya akan mempertimbangkan tindakan balasan apabila pemerintah Inggris mengambil langkah lebih jauh dengan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Sa’ar dalam wawancara dengan media Israel Ynet pada Selasa. Ia ditanya mengenai hubungan Israel dan Inggris yang dalam beberapa waktu terakhir semakin tegang, terutama menyusul kebijakan Israel untuk memperluas permukiman di wilayah yang disengketakan.

Sa’ar menilai pemerintahan Partai Buruh Inggris telah mengambil serangkaian kebijakan yang menurutnya merugikan Israel. Ia bahkan menuduh pemerintah Inggris “bertindak secara sistematis melawan Israel”. Menurut Sa’ar, sejumlah kebijakan London telah berdampak langsung terhadap hubungan kedua negara. Ia menyoroti keputusan Inggris yang disebut telah membatasi ekspor pertahanan ke Israel serta pemberian sanksi terhadap sejumlah menteri Israel.

“Pemerintah Partai Buruh bertindak secara sistematis melawan Israel,” kata Sa’ar dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip dari Ynet.

Sa’ar juga memperingatkan bahwa Israel tidak akan tinggal diam apabila Inggris meningkatkan tekanan melalui sanksi ekonomi. Menurutnya, pemerintah Israel akan mengambil langkah yang dianggap perlu sebagai respons terhadap kebijakan London. Ketegangan antara kedua negara meningkat seiring perbedaan sikap mengenai kebijakan Israel di wilayah Palestina. Rencana perluasan permukiman Israel menjadi salah satu isu yang memicu kritik dari pemerintah Inggris dan sejumlah negara lainnya. Pemerintah Inggris selama ini menyatakan keprihatinan terhadap perkembangan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi semakin memperumit upaya mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Di sisi lain, Israel mempertahankan kebijakan dan kepentingannya di wilayah tersebut. Pemerintah Israel menilai sejumlah langkah yang diambil negara-negara Barat, termasuk Inggris, sebagai tekanan politik yang tidak dapat diterima. Perselisihan mengenai sanksi juga menjadi bagian dari hubungan diplomatik yang semakin kompleks antara Israel dan sejumlah negara Eropa. Kebijakan pembatasan ekspor pertahanan, sanksi terhadap individu, serta kemungkinan sanksi ekonomi menjadi isu yang berpotensi memengaruhi hubungan bilateral. Bagi Inggris, kebijakan sanksi merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pihak yang dinilai melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional atau kepentingan kebijakan luar negeri London. Namun, penerapan sanksi ekonomi terhadap Israel akan memiliki konsekuensi yang lebih luas terhadap hubungan perdagangan, diplomatik, dan keamanan kedua negara.

Sementara itu, ancaman tindakan balasan dari Israel berpotensi semakin meningkatkan ketegangan diplomatik. Jika sanksi ekonomi benar-benar diberlakukan dan Israel merespons dengan langkah serupa, hubungan antara London dan Tel Aviv dapat menghadapi tekanan baru. Pernyataan Sa’ar juga menunjukkan bahwa pemerintah Israel memandang kemungkinan perluasan sanksi Inggris sebagai persoalan serius. Tel Aviv sebelumnya telah mengecam sejumlah kebijakan negara Barat yang dianggap memberikan tekanan berlebihan terhadap Israel. Hingga saat ini, perkembangan mengenai kemungkinan penerapan sanksi ekonomi Inggris terhadap Israel masih menjadi bagian dari dinamika hubungan kedua negara. Pernyataan Sa’ar menjadi sinyal bahwa Israel telah menyiapkan kemungkinan respons apabila London mengambil tindakan lebih jauh.

Ketegangan tersebut berlangsung di tengah situasi konflik Israel-Palestina yang masih menjadi perhatian internasional. Perbedaan sikap negara-negara Barat terhadap kebijakan Israel, terutama terkait permukiman dan situasi di wilayah Palestina, terus menjadi salah satu isu utama dalam hubungan diplomatik. Dengan adanya peringatan dari Menteri Luar Negeri Israel tersebut, hubungan Inggris dan Israel kini menghadapi tantangan baru. Langkah selanjutnya dari pemerintah Inggris serta respons Israel akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan bilateral kedua negara.

Topik

Memuat tag...