68,8 Persen Orang Tua Siswa SDN 1 Sumberagung Tolak MBG Usai Dugaan Keracunan
Nasional

68,8 Persen Orang Tua Siswa SDN 1 Sumberagung Tolak MBG Usai Dugaan Keracunan

D
Devi Sry Atmaja 20 September 2026 · 2 penayangan

Sebanyak 148 orang tua siswa atau 68,8 persen wali murid di SDN 1 Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, menyatakan menolak anak mereka kembali menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sikap tersebut disampaikan setelah sebelumnya terjadi kasus dugaan keracunan yang melibatkan siswa di sekolah tersebut. Data mengenai sikap wali murid diperoleh melalui pendataan menggunakan Google Form yang diikuti oleh 215 orang tua siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148 wali murid menyatakan tidak bersedia anak mereka kembali menerima makanan dari program MBG.

Sementara itu, sebanyak 67 wali murid atau 31,2 persen masih menyatakan bersedia anak mereka menerima MBG. Namun, sebagian dari mereka memberikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan program, termasuk meminta adanya pergantian penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun mempertimbangkan skema pelaksanaan lain. Kepala SDN 1 Sumberagung, Parjiyatmi, mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui sikap para wali murid setelah munculnya dugaan kasus keracunan. Hasil pendataan tersebut juga menjadi bahan evaluasi sekolah agar pelaksanaan program MBG tidak dilakukan dengan cara memaksakan kehendak kepada siswa maupun orang tua.

Menurutnya, keputusan orang tua menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan keberlanjutan pemberian MBG di sekolah. Sekolah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil mempertimbangkan kondisi dan kekhawatiran wali murid setelah adanya kejadian sebelumnya. Meski mayoritas orang tua menyatakan menolak, sekolah juga menemukan adanya siswa yang masih membutuhkan program MBG. Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan sehingga sebagian wali murid tetap membuka kemungkinan agar program tersebut dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan.

Selain melakukan pendataan terhadap wali murid, sekolah juga meminta pendapat dari guru dan karyawan. Dari 24 responden yang mengikuti pendataan, sebanyak 19 orang menyatakan menolak pelaksanaan MBG. Sementara lima orang lainnya masih menerima program tersebut dengan sejumlah catatan. Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bantul. Pemkab Bantul menyatakan menghormati pilihan yang disampaikan para wali murid maupun tenaga pendidik di SDN 1 Sumberagung. Namun, pemerintah menegaskan bahwa keputusan akhir terkait keberlanjutan program akan mengacu pada formulir lanjutan yang dilengkapi persetujuan dari orang tua dan siswa.

Mekanisme tersebut disiapkan agar pelaksanaan program MBG tetap memperhatikan pilihan masing-masing siswa dan keluarganya. Pemerintah juga memastikan siswa yang masih ingin menerima MBG tetap akan mendapatkan pelayanan, sementara siswa yang memilih tidak mengikuti program juga akan dilayani sesuai keputusan keluarganya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi orang tua untuk menentukan pilihan berdasarkan kondisi masing-masing. Di sisi lain, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG juga tetap diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar keamanan dan tidak menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.

Dengan hasil pendataan sementara tersebut, mayoritas wali murid SDN 1 Sumberagung saat ini menyatakan belum bersedia anak mereka kembali menerima MBG. Namun, keputusan final masih menunggu pendataan lanjutan yang disertai persetujuan orang tua dan siswa.

Topik

Memuat tag...