Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi MBG, Hasil Keluar dalam 5 Detik
Nasional

Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Pendeteksi Makanan Basi MBG, Hasil Keluar dalam 5 Detik

D
Devi Sry Atmaja 30 Juli 2026 · 4 penayangan

Sleman – Dua siswa berbakat dari SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Pradipta Widhi Nugroho dan Abyan Syahlefi, berhasil menciptakan alat pendeteksi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mampu mengidentifikasi makanan basi hanya dalam waktu lima detik. Inovasi ini lahir dari keprihatinan mendalam mereka terhadap maraknya kasus dugaan keracunan makanan yang sempat menghebohkan publik terkait program MBG. Keduanya merasa perlu memberikan kontribusi nyata agar keamanan pangan bagi siswa di sekolah lebih terjamin.

Pengembangan alat tersebut memakan waktu lebih dari tiga bulan. Mereka bekerja sama erat dengan guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) di sekolah. Prosesnya melibatkan uji coba berulang, pengumpulan data, dan penyempurnaan sensor agar hasil deteksi semakin akurat. Semangat belajar dan ketekunan keduanya menjadi kunci keberhasilan proyek ilmiah ini.

Alat karya Pradipta dan Abyan dilengkapi sejumlah sensor yang mampu mendeteksi kelembapan, kadar alkohol, kualitas udara, suhu makanan, hingga residu pestisida pada buah. Cara kerjanya relatif sederhana. Sampel makanan cukup dimasukkan ke dalam wadah khusus, lalu sistem akan menganalisis kondisi makanan tersebut. Hasil deteksi muncul dalam waktu lima detik dan dapat dipantau secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga memudahkan pengguna untuk mengetahui status keamanan makanan secara real-time.

Karya inovatif ini telah berhasil lolos tahap seleksi pertama Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Kini keduanya tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tahap presentasi di tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi SMPN 1 Turi sekaligus inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkreasi dan peduli terhadap isu-isu sosial di sekitar mereka.

Inovasi sederhana namun berdampak besar ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis di masa depan. Selain memberikan solusi praktis, karya kedua siswa tersebut juga menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Pihak sekolah dan pembimbing mengapresiasi semangat serta dedikasi mereka, sekaligus berharap alat ini terus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan lebih luas.

Topik

Memuat tag...