Presiden Como 1907 Relakan Kursi VIP untuk Suporter Senior di Debut Liga Champions, Bentuk Penghormatan atas Kesetiaan Puluhan Tahun
Football

Presiden Como 1907 Relakan Kursi VIP untuk Suporter Senior di Debut Liga Champions, Bentuk Penghormatan atas Kesetiaan Puluhan Tahun

F
Fazlur Rahman 09 September 2026 · 2 penayangan

Keputusan penuh penghormatan diambil jajaran petinggi Como 1907 menjelang momen bersejarah klub di Liga Champions. Presiden Como 1907 asal Indonesia, Mirwan Suwarso, bersama para petinggi klub memilih merelakan jatah kursi VIP mereka untuk diberikan kepada suporter lanjut usia yang telah puluhan tahun setia mendampingi perjalanan klub.

Kebijakan tersebut berlaku untuk laga debut bersejarah Como 1907 di kompetisi elite Eropa melawan RB Leipzig. Di tengah keterbatasan kapasitas stadion dan tingginya antusiasme terhadap pertandingan tersebut, kursi yang seharusnya diperuntukkan bagi jajaran VIP justru dialihkan kepada para pendukung senior yang lahir pada 1950 atau sebelumnya, atau mereka yang kini berusia 75 tahun ke atas.

Keputusan itu menjadi bentuk penghormatan kepada kelompok suporter yang dianggap memiliki ikatan paling panjang dengan Como 1907. Mereka bukan hanya menyaksikan masa-masa kejayaan, tetapi juga menemani klub melewati periode sulit, termasuk ketika Como harus menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan menuju level tertinggi sepak bola Eropa.

Bagi para pendukung senior tersebut, kesempatan menyaksikan Como tampil di Liga Champions tentu memiliki nilai emosional yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menghadiri sebuah pertandingan. Setelah bertahun-tahun mengikuti klub kesayangan dalam berbagai situasi, mereka akhirnya mendapat kesempatan menyaksikan Como bermain di panggung yang dahulu mungkin hanya menjadi impian.

Como 1907 memiliki sejarah panjang yang penuh pasang surut. Klub asal kota Como, Italia, itu pernah mengalami periode sulit hingga harus turun ke kasta bawah sepak bola Italia. Namun, perjalanan panjang tersebut perlahan berbalik ketika klub berhasil membangun kembali fondasi kompetitif dan menembus level tertinggi.

Kebangkitan Como kemudian membawa mereka ke panggung Eropa yang lebih besar. Bagi para suporter lama, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian generasi sekarang, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang turut mereka saksikan secara langsung dari tribun stadion.

Dalam situasi itulah keputusan Mirwan Suwarso dan jajaran manajemen memiliki makna tersendiri. Ketika kursi VIP menjadi sangat terbatas karena kapasitas stadion, klub memilih memberikan tempat kepada mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan Como selama puluhan tahun.

Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah klub tidak semata-mata diukur melalui prestasi di lapangan. Loyalitas suporter menjadi bagian penting dari identitas dan sejarah sebuah klub, terutama bagi tim yang telah melewati berbagai generasi.

Para suporter senior yang mendapat kesempatan tersebut menjadi simbol perjalanan Como 1907 dari masa ke masa. Mereka telah menyaksikan perubahan pemain, pelatih, kepemilikan, stadion, hingga dinamika kompetisi yang silih berganti. Kesetiaan tersebut kemudian mendapat penghargaan dalam salah satu pertandingan paling penting sepanjang sejarah klub.

Debut di Liga Champions sendiri menjadi tonggak besar bagi Como. Bermain menghadapi RB Leipzig memberikan kesempatan kepada klub untuk mengukur kemampuan mereka melawan salah satu tim yang memiliki pengalaman di kompetisi Eropa.

Namun, sebelum bola bergulir, perhatian justru tertuju pada keputusan manajemen untuk memastikan para suporter paling senior dapat menjadi bagian dari malam bersejarah tersebut. Bagi klub, mereka dinilai layak menikmati momen itu setelah begitu lama memberikan dukungan.

Keputusan tersebut juga menghadirkan pesan bahwa kemajuan klub tidak boleh membuat sejarah dilupakan. Di balik sorotan pemain bintang, fasilitas modern, dan atmosfer kompetisi Eropa, terdapat generasi suporter yang telah menjaga kecintaan terhadap Como ketika kondisi klub belum seperti sekarang.

Bagi Mirwan Suwarso, yang berasal dari Indonesia dan kini memimpin Como 1907, langkah tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan manajemen yang menempatkan hubungan dengan komunitas suporter sebagai bagian penting dari perjalanan klub.

Kursi VIP yang biasanya menjadi simbol fasilitas khusus justru diubah menjadi bentuk penghargaan. Di tengah keterbatasan tempat, pihak klub memilih memberikan akses kepada mereka yang dianggap paling berhak merasakan sejarah tersebut secara langsung.

Tidak sulit membayangkan makna emosional momen itu bagi seorang suporter berusia 75 tahun atau lebih. Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya mengikuti Como, ia kini dapat menyaksikan klub kebanggaannya berlaga di panggung Liga Champions.

Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan untuk menghubungkan lintas generasi. Para pendukung senior membawa cerita masa lalu, sementara pemain dan generasi baru membawa Como menuju masa depan. Pertemuan keduanya terjadi dalam sebuah pertandingan yang menjadi bagian penting dari sejarah klub.

Bagi Como 1907, laga melawan RB Leipzig akhirnya bukan hanya soal hasil pertandingan. Di balik persaingan di lapangan, terdapat kisah tentang sebuah klub yang tumbuh bersama suporternya dan tidak melupakan orang-orang yang telah bertahan ketika masa depan belum tentu terlihat cerah.

Ketika para pemain melangkah ke lapangan, sejumlah pendukung senior yang telah puluhan tahun menunggu akan berada di tribun untuk menyaksikan sejarah itu secara langsung. Mereka bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan bagian dari perjalanan yang membuat Como 1907 bisa sampai ke panggung tersebut.

Keputusan untuk merelakan kursi VIP itu pun menjadi simbol sederhana dengan makna yang besar. Como memilih memberikan tempat terbaik kepada mereka yang telah memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga: kesetiaan tanpa syarat selama perjalanan panjang klub.

Kini, saat Como 1907 akhirnya memasuki panggung Liga Champions, sejarah klub tidak hanya tercatat melalui skor dan prestasi. Sejarah itu juga hidup melalui wajah para suporter senior yang masih setia berdiri di tribun, menyaksikan klub kesayangannya mewujudkan mimpi yang telah ditunggu selama puluhan tahun.

Topik

Memuat tag...