Maudy Ayunda Klarifikasi Video Mindfulness, Akui Hindari Berita Buruk adalah Privilese
JAKARTA – Artis dan intelektual muda Maudy Ayunda memberikan klarifikasi terkait kritikan netizen atas unggahan video opininya mengenai pentingnya tetap mindfulness di tengah berbagai berita buruk tentang Indonesia. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah videonya menuai banyak tanggapan kritis dari warganet. Dalam komentar yang disematkan pada videonya berjudul mindfulness in the age of bad news pada Minggu, 13 September 2026, Maudy mengakui bahwa kemampuan untuk menghindari berita buruk merupakan sebuah privilese. Ia menyadari hal tersebut setelah melihat berbagai kritikan yang dilontarkan terhadap isi video yang ia unggah sebelumnya. Video tersebut diunggah pada 21 Agustus 2026. Maudy menjelaskan bahwa saat membuat konten itu, ia sebenarnya hanya ingin berbagi pandangan reflektif atas perjuangan yang ia alami sendiri. Ia berusaha tetap peduli terhadap kondisi sekitar sambil menjaga kewarasan pribadi di tengah arus informasi yang deras.
Menurut Maudy, situasi yang dihadapi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memang membuat sedih. Ia menyebutkan sejumlah isu yang menjadi perhatian, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, hingga berbagai kebijakan dan program yang tidak tepat sasaran serta berdampak langsung pada masyarakat. Isu-isu lainnya juga turut ia singgung sebagai bagian dari kondisi yang memprihatinkan. Klarifikasi yang disampaikan Maudy menjadi respons atas kritik yang menilai bahwa ajakan untuk tetap mindfulness dinilai kurang sensitif terhadap realitas yang dihadapi banyak orang. Ia memilih untuk menjawab secara terbuka melalui komentar yang disematkan agar dapat dibaca langsung oleh para pengikutnya.
Maudy menekankan bahwa niat awal pembuatan video adalah berbagi pengalaman pribadi. Ia tidak bermaksud mengabaikan atau meremehkan permasalahan yang sedang terjadi di tanah air. Sebaliknya, ia ingin menyampaikan cara dirinya mengelola emosi dan tetap waras di tengah paparan berita negatif yang terus-menerus. Pengakuan bahwa menghindari berita buruk adalah privilese menjadi bagian penting dari klarifikasinya. Maudy menyadari tidak semua orang memiliki ruang atau kemampuan yang sama untuk menjaga jarak dari informasi yang menekan. Kesadaran tersebut muncul setelah ia mencermati berbagai masukan dari netizen. Dalam penjelasannya, Maudy kembali menyinggung kondisi Indonesia yang sedang menghadapi beragam persoalan. Karhutla, gempa, serta kebijakan yang dirasa tidak tepat sasaran menjadi contoh konkret yang ia sebutkan. Ia mengakui bahwa situasi tersebut memang menimbulkan kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.
Video yang sempat menjadi perbincangan tersebut pada awalnya dimaksudkan sebagai refleksi pribadi. Maudy ingin menyampaikan bahwa tetap peduli dan menjaga kewarasan dapat berjalan beriringan. Namun, setelah mendapat kritikan, ia merasa perlu memberikan penjelasan tambahan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Respons Maudy dinilai cukup terbuka karena ia tidak bersikap defensif. Ia justru mengakui sudut pandang yang sebelumnya kurang ia pertimbangkan, yaitu soal privilese dalam mengelola paparan berita buruk. Langkah tersebut menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan masukan publik. Klarifikasi yang disampaikan melalui komentar tersemat membuat pesan Maudy lebih mudah diakses oleh siapa pun yang menonton ulang videonya. Ia memanfaatkan fitur tersebut agar penjelasan tidak tenggelam di antara komentar lainnya. Cara ini menjadi pilihan praktis untuk merespons secara langsung.
Maudy kembali menegaskan bahwa perjuangan yang ia bagikan adalah pengalaman pribadi. Ia berusaha tetap peduli terhadap isu-isu yang berkembang sambil menjaga kondisi mentalnya sendiri. Pendekatan tersebut yang ingin ia sampaikan melalui konten yang diunggah pada Agustus lalu. Dengan menyebutkan berbagai persoalan yang sedang dihadapi Indonesia, Maudy menunjukkan bahwa ia tidak menutup mata terhadap realitas. Ia justru mengakui bahwa kondisi tersebut memang menyedihkan dan berdampak luas. Pengakuan ini menjadi bagian dari upayanya untuk menjembatani pemahaman dengan para pengkritik. Kritikan yang muncul terhadap video mindfulness tersebut pada akhirnya mendorong Maudy untuk melakukan refleksi ulang. Ia menyadari pentingnya mempertimbangkan konteks sosial yang lebih luas ketika berbicara tentang cara menjaga kewarasan di tengah berita buruk. Kesadaran baru ini yang kemudian ia sampaikan secara terbuka.
Secara keseluruhan, Maudy Ayunda memberikan klarifikasi bahwa video opininya semata-mata merupakan berbagi pandangan reflektif pribadi. Ia mengakui bahwa kemampuan menghindari berita buruk adalah privilese, serta menyadari betapa sedihnya situasi Indonesia belakangan ini yang meliputi karhutla, gempa, kebijakan yang tidak tepat sasaran, dan berbagai isu lainnya.