Keluarga Sutrimo Pilih Ikhlas dan Tak Laporkan Kematian ke Polisi, Jenazah Dimakamkan di Banyumas
Nasional

Keluarga Sutrimo Pilih Ikhlas dan Tak Laporkan Kematian ke Polisi, Jenazah Dimakamkan di Banyumas

D
Devi Sry Atmaja 30 Juli 2026 · 4 penayangan

Banyumas – Keluarga Sutrimo, pria asal Banyumas yang diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, memilih mengikhlaskan kematian almarhum. Mereka menegaskan tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Sutrimo ditemukan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Jenazah almarhum kemudian dipulangkan ke kampung halaman di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis malam yang sama. Sesampainya di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan tanpa proses yang berlarut-larut.

Keluarga menyampaikan sikap ikhlas atas kepergian Sutrimo. Salah satu perwakilan keluarga menyatakan bahwa mereka tidak akan menuntut atau membawa perkara ini ke ranah hukum. “Kami sudah ikhlas. Keluarga tidak akan menuntut apa-apa. Mohon doanya saja agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar perwakilan keluarga.

Kematian Sutrimo sempat menarik perhatian publik luas karena beredar informasi yang mengaitkannya dengan rumah Febrie Adriansyah. Febrie sendiri tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan tindak pidana. Polisi sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan jenazah dan mendalami kronologi kematian tersebut, termasuk memeriksa sejumlah barang bukti.

Meski sempat muncul spekulasi di media sosial terkait kondisi jenazah yang ditemukan dengan busa di mulut, keluarga tetap konsisten dengan keputusan untuk mengikhlaskan kejadian ini. Mereka berharap proses pemakaman berjalan lancar dan almarhum mendapatkan tempat terbaik. Sikap keluarga ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus kematian Sutrimo sesuai prosedur. Sementara keluarga di Banyumas memilih fokus pada proses duka dan penerimaan terhadap takdir yang telah terjadi.

Topik

Memuat tag...