Ibu Santri Menangis di DPR: Anaknya Disiksa, Ditelanjangi, dan Dibakar Hidup-hidup di Ponpes Lombok
Nasional

Ibu Santri Menangis di DPR: Anaknya Disiksa, Ditelanjangi, dan Dibakar Hidup-hidup di Ponpes Lombok

D
Devi Sry Atmaja 17 Juli 2026 · 4 penayangan

Jakarta – Suasana haru dan mencekam menyelimuti ruang rapat Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026). Seorang ibu santri asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nuraini, dengan kondisi fisik yang kurang prima, datang langsung untuk memohon perlindungan negara.

Sambil menangis tersedu-sedu, Nuraini meminta perlindungan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan para anggota Komisi III DPR RI atas kasus pembunuhan keji yang menimpa anaknya, Sahril Sobirin. Korban dilaporkan tewas mengenaskan setelah disiksa, ditelanjangi, dan dibakar hidup-hidup oleh anak pemilik pondok pesantren (ponpes) tempat ia menuntut ilmu.

Dengan suara terbata-bata di sela tangisannya, Nuraini menyampaikan kepedihan mendalam sebagai seorang ibu yang kehilangan anaknya secara tragis. Ia berharap kasus ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat agar pelaku segera diadili dan keluarganya mendapatkan keadilan serta perlindungan.

Kasus pembunuhan sadis ini terjadi di sebuah pondok pesantren di Lombok, NTB. Menurut keterangan keluarga, Sahril Sobirin menjadi korban penyiksaan berat yang berujung pada pembakaran hidup-hidup. Pelaku diduga adalah anak dari pemilik ponpes tersebut, yang saat ini telah menjadi sorotan publik dan aparat penegak hukum.

Kedatangan Nuraini ke Komisi III DPR RI merupakan upaya mencari keadilan setelah merasa proses hukum di daerah belum berjalan maksimal. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat turun tangan langsung untuk memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan tegas.

Kasus ini kembali menyoroti isu pengawasan dan akuntabilitas di lingkungan pondok pesantren serta pentingnya perlindungan terhadap santri dari segala bentuk kekerasan. Berbagai pihak mendesak agar Kementerian Agama dan aparat kepolisian segera melakukan investigasi mendalam. Nuraini dan keluarga korban kini berada dalam kondisi trauma berat dan memerlukan perlindungan serta pendampingan psikologis.

Topik

Memuat tag...