Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Letusan Capai 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru
Nasional

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Letusan Capai 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru

D
Devi Sry Atmaja 07 September 2026 · 2 penayangan

MALANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Erupsi terjadi pada pukul 07.51 WIB dengan kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru. Dengan ketinggian puncak Gunung Semeru yang mencapai sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), kolom letusan tersebut teramati hingga sekitar 4.676 mdpl. Kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak mengarah ke timur.

Erupsi tersebut juga terekam melalui seismograf. Amplitudo maksimum tercatat mencapai 23 milimeter dengan durasi erupsi selama 102 detik. Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas vulkanik.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Larangan juga berlaku dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas dan lahar dengan jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat terjadi akibat aktivitas erupsi.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar. Ancaman tersebut terutama perlu diwaspadai di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Potensi bahaya lahar juga perlu menjadi perhatian ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak. Material vulkanik yang berada di lereng dan aliran sungai dapat terbawa arus dan menimbulkan ancaman bagi wilayah yang berada di sepanjang jalur aliran.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru terjadi di tengah kondisi lain yang juga menjadi perhatian di kawasan lereng gunung. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lereng Semeru hingga kini belum sepenuhnya padam. Luas area yang terdampak kebakaran dilaporkan telah mencapai lebih dari 3.000 hektare. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas wisata dan pendakian di kawasan Gunung Semeru.

Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup sementara sebagai bagian dari upaya keselamatan menyusul kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung. Penutupan dilakukan untuk mencegah pendaki maupun masyarakat memasuki kawasan yang masih berisiko akibat kebakaran serta aktivitas vulkanik gunung. Kombinasi aktivitas erupsi dan karhutla membuat kewaspadaan di kawasan Semeru perlu ditingkatkan. Masyarakat diminta tidak memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Warga juga diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui informasi resmi dari otoritas terkait. Perubahan aktivitas vulkanik maupun kondisi kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga rekomendasi keselamatan dapat diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Topik

Memuat tag...