Gubernur Sulteng Anwar Hafid Viral, Program Berani Cerdas dan Berani Sehat Tuai Pujian Warga
Nama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah program pemerintahannya mendapat sorotan dari komika Arie Kriting melalui utas di Threads pada 23 Agustus 2026. Utas tersebut menyoroti sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Berani Cerdas, program bantuan pendidikan yang diperuntukkan bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah.
Program Berani Cerdas menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mengakses pendidikan tinggi. Bantuan tersebut ditujukan kepada mahasiswa asal Sulteng sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda di daerah tersebut. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa, bantuan pendidikan dinilai dapat meringankan beban mahasiswa maupun keluarga. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah melalui sektor pendidikan.
Selain Berani Cerdas, program lain yang turut menjadi sorotan adalah Berani Sehat. Program ini bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat Sulawesi Tengah dengan menggunakan identitas kependudukan. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan memanfaatkan identitas kependudukan sebagai bagian dari mekanisme pelayanan. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses kesehatan kepada masyarakat.
Berani Sehat diketahui telah berjalan sejak 2025. Berdasarkan data yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Juli 2026 program tersebut telah dimanfaatkan sekitar 181 ribu pasien. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan kesehatan yang disediakan melalui program pemerintah daerah. Untuk menjalankan program tersebut, anggaran yang telah digunakan disebut mencapai lebih dari Rp68 miliar hingga Juli 2026. Besarnya jumlah penerima manfaat sekaligus anggaran yang dialokasikan membuat Berani Sehat menjadi salah satu program yang mendapat perhatian dalam pembahasan mengenai pelayanan publik di Sulawesi Tengah.
Sorotan terhadap program-program tersebut kemudian membuat nama Anwar Hafid ikut ramai diperbincangkan warganet. Sejumlah warga memberikan respons positif dan memuji kebijakan yang dinilai berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perbincangan di media sosial tersebut memperlihatkan bagaimana informasi mengenai program pemerintah daerah dapat menyebar lebih luas ketika diangkat oleh figur publik. Utas Arie Kriting turut membuat kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi perhatian masyarakat di luar daerah.
Tak hanya mendapatkan perhatian masyarakat, program Berani Sehat juga disebut mulai dipelajari oleh pemerintah daerah lain. Pada Juli 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan terdapat lima provinsi yang telah mempelajari program tersebut untuk melihat kemungkinan penerapannya di daerah masing-masing. Ketertarikan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi skema pelayanan kesehatan yang diterapkan di Sulawesi Tengah untuk menjadi referensi bagi daerah lain. Setiap daerah nantinya tetap perlu menyesuaikan penerapan program dengan kondisi masyarakat, kemampuan anggaran, serta sistem pelayanan kesehatan yang telah berjalan.
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dikeluarkan. Dampak dan tingkat pemanfaatan oleh masyarakat juga menjadi faktor penting untuk melihat sejauh mana sebuah kebijakan mampu menjawab kebutuhan publik. Dalam kasus Berani Sehat, jumlah sekitar 181 ribu pasien yang memanfaatkan program hingga Juli 2026 menjadi salah satu gambaran mengenai tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan kesehatan. Sementara itu, Berani Cerdas menunjukkan fokus pemerintah daerah terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui dukungan pendidikan bagi mahasiswa. Kedua program tersebut mencakup sektor yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan.
Viralnya kebijakan tersebut juga menjadi gambaran bahwa program pemerintah daerah dapat memperoleh apresiasi luas ketika manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun, keberlanjutan program tetap membutuhkan evaluasi dan pengawasan agar pelayanan dapat berjalan efektif serta tepat sasaran. Dengan munculnya ketertarikan dari lima provinsi untuk mempelajari Berani Sehat, program tersebut kini tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program itu juga berpotensi menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, perhatian publik terhadap Anwar Hafid setelah utas Arie Kriting menunjukkan bahwa kebijakan di tingkat daerah dapat menjadi perbincangan nasional ketika dikaitkan dengan manfaat konkret yang diterima masyarakat.