Gianni Infantino Kembali Maju sebagai Calon Presiden FIFA pada Pemilihan 2027, Dukungan Mulai Terpecah
Football

Gianni Infantino Kembali Maju sebagai Calon Presiden FIFA pada Pemilihan 2027, Dukungan Mulai Terpecah

D
Devi Sry Atmaja 08 September 2026 · 6 penayangan

Gianni Infantino dipastikan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA dalam pemilihan yang akan digelar pada 2027. Keputusan tersebut memastikan Infantino masih berambisi melanjutkan kepemimpinannya di badan sepak bola dunia meski sebelumnya sempat muncul desakan agar dirinya tidak kembali maju. Langkah Infantino menuju periode berikutnya berlangsung di tengah dinamika internal FIFA yang semakin menarik perhatian. Salah satu persoalan yang turut menjadi sorotan adalah gagalnya rencana kontroversial FIFA untuk menghimpun dana hingga US$20 miliar melalui FIFA Forward Enterprise. Rencana tersebut sebelumnya menuai perhatian karena nilai pendanaan yang sangat besar serta menimbulkan pertanyaan mengenai arah pengelolaan dan pengembangan finansial FIFA. Kegagalan rencana tersebut kemudian ikut memunculkan tekanan terhadap kepemimpinan Infantino.

Meski menghadapi berbagai sorotan, Infantino tetap mengambil keputusan untuk kembali bertarung dalam pemilihan Presiden FIFA. Ia berupaya mempertahankan posisinya di tengah persaingan dan dinamika dukungan dari konfederasi-konfederasi sepak bola dunia. Situasi menjelang pemilihan 2027 juga mulai menunjukkan adanya pergeseran dukungan. UEFA, CONCACAF, dan AFC disebut sempat menarik dukungan terhadap pencalonan Infantino. Perubahan sikap tersebut membuat peta persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA menjadi semakin terbuka. Infantino sebelumnya berhasil mempertahankan kepemimpinannya di FIFA melalui dukungan mayoritas anggota asosiasi sepak bola dunia. Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa proses menuju pemilihan berikutnya tidak akan berlangsung tanpa tantangan.

Salah satu nama yang berpotensi menjadi penantang adalah Presiden CONCACAF Victor Montagliani. Sosok asal Kanada tersebut disebut memiliki peluang untuk masuk dalam bursa kandidat apabila memutuskan maju dalam pemilihan. Kemunculan potensi penantang membuat persaingan menuju kursi Presiden FIFA semakin menarik. Namun, hingga saat ini, kepastian mengenai jumlah kandidat yang akan bertarung masih menunggu proses nominasi dan pengajuan resmi. FIFA telah menetapkan batas akhir nominasi kandidat Presiden FIFA pada 18 November 2026. Setelah batas waktu tersebut, proses verifikasi terhadap kandidat akan dilakukan sesuai dengan ketentuan organisasi sebelum daftar calon resmi ditetapkan.

Pemilihan Presiden FIFA pada 2027 nantinya akan menjadi momentum penting bagi arah sepak bola dunia. Presiden FIFA memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan organisasi, pengembangan sepak bola global, distribusi pendanaan kepada asosiasi anggota, hingga penyelenggaraan berbagai kompetisi internasional. Infantino sendiri telah memimpin FIFA sejak 2016 setelah terpilih menggantikan Sepp Blatter. Di bawah kepemimpinannya, FIFA melakukan sejumlah perubahan dalam pengelolaan organisasi sekaligus memperluas sejumlah agenda komersial dan kompetisi sepak bola. Namun, perjalanan kepemimpinannya juga tidak lepas dari kontroversi dan kritik. Berbagai kebijakan FIFA di era Infantino beberapa kali mendapat sorotan, terutama terkait agenda komersialisasi sepak bola, ekspansi kompetisi, serta hubungan FIFA dengan berbagai konfederasi dan asosiasi anggotanya.

Rencana FIFA Forward Enterprise menjadi salah satu isu yang ikut mewarnai dinamika menjelang pemilihan. Target penghimpunan dana hingga US$20 miliar disebut menjadi bagian dari upaya FIFA memperluas kapasitas pendanaan program sepak bola. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak berjalan sesuai harapan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat sorotan terhadap kepemimpinan Infantino. Meski demikian, keputusan untuk kembali maju menunjukkan bahwa ia masih memiliki keyakinan untuk memperoleh dukungan yang diperlukan dalam pemilihan mendatang.

Peta dukungan dari konfederasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kekuatan masing-masing kandidat. FIFA memiliki 211 asosiasi anggota dengan sistem pemilihan yang memberikan satu suara kepada setiap asosiasi. Karena itu, kemampuan kandidat membangun dukungan lintas konfederasi menjadi sangat menentukan. Dengan batas nominasi yang masih beberapa bulan lagi, dinamika politik sepak bola internasional diperkirakan akan terus berkembang. Kandidat potensial masih dapat muncul, sementara posisi konfederasi dan asosiasi anggota juga berpeluang berubah menjelang pemungutan suara.

Bagi Infantino, pencalonan kembali tersebut menjadi ujian penting untuk membuktikan bahwa dirinya masih memiliki dukungan yang cukup kuat untuk memimpin FIFA. Sementara bagi calon penantang, momentum ini menjadi kesempatan untuk menawarkan arah baru bagi organisasi sepak bola terbesar di dunia. Pemilihan Presiden FIFA 2027 pun mulai memasuki fase yang semakin menarik. Dengan potensi munculnya penantang dan adanya perubahan dukungan dari sejumlah konfederasi, persaingan untuk memimpin FIFA diprediksi berlangsung ketat hingga batas akhir nominasi pada 18 November 2026.

Topik

Memuat tag...