FIFA Raup Rp244 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Football

FIFA Raup Rp244 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah

D
Devi Sry Atmaja 19 Juli 2026 · 2 penayangan

Zurich — FIFA berhasil mencatatkan rekor pendapatan fantastis dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Total pendapatan mencapai 15 miliar dolar AS atau setara Rp244 triliun, jauh melampaui proyeksi awal sebesar 11 miliar dolar AS.

Presiden FIFA Gianni Infantino secara resmi mengumumkan angka mengesankan ini kepada seluruh asosiasi anggota federasi pada Sabtu (18/7/2026). Pengumuman ini langsung menjadi sorotan dunia karena menandai pencapaian finansial tertinggi sepanjang sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.

Menurut laporan The Guardian, lonjakan pendapatan yang sangat signifikan ini didorong oleh dua pilar utama yang sebelumnya tidak diperkirakan sebesar itu. Pertama, penjualan paket keramahan tamu (hospitality) atau layanan VIP yang laris manis di hampir seluruh pertandingan. Paket-paket mewah ini menawarkan pengalaman eksklusif bagi penonton berkantong tebal, mulai dari akses suite pribadi, kuliner premium, hingga pertemuan dengan legenda sepak bola.

Kedua, keberhasilan FIFA mengelola pasar penjualan tiket bekas resmi (official resale ticket market). FIFA memberlakukan biaya komisi sebesar 15 persen dari penjual dan 15 persen dari pembeli pada setiap transaksi. Model ini tidak hanya meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi tiket, tetapi juga menjadi mesin pendapatan baru yang sangat menguntungkan.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi pesta sepak bola terbesar, tetapi juga sukses luar biasa dari sisi finansial,” ujar Infantino dalam pengumumannya. Kesuksesan ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola global, termasuk program pengembangan di negara-negara berkembang.

Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko) memang menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta. Jumlah pertandingan yang lebih banyak, antusiasme penonton yang tinggi, serta inovasi pemasaran digital turut mendongkrak pendapatan dari hak siar, sponsor, dan lisensi.

Dengan pendapatan Rp244 triliun ini, FIFA diproyeksikan akan memiliki surplus anggaran yang besar. Hal ini membuka peluang bagi organisasi tersebut untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur sepak bola, program pemuda, dan pengembangan wasit serta teknologi VAR di seluruh dunia.

Sementara itu, pencapaian ini juga menuai berbagai komentar. Sebagian pihak memuji FIFA atas inovasi pemasarannya, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya memastikan bahwa keuntungan besar ini benar-benar berdampak positif bagi sepak bola akar rumput dan bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.

Topik

Memuat tag...