Es Abadi Puncak Jayawijaya Terancam Hilang 2026, Perubahan Iklim Percepat Pencairan Gletser Papua
Nasional

Es Abadi Puncak Jayawijaya Terancam Hilang 2026, Perubahan Iklim Percepat Pencairan Gletser Papua

D
Devi Sry Atmaja 20 Juli 2026 · 4 penayangan

JAYAWIJAYA, Papua Pegunungan — Jejak terakhir es abadi di Puncak Jayawijaya menghadapi ancaman serius. Fenomena alam yang selama ini menjadi salah satu simbol keunikan Papua tersebut diperkirakan akan menghilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027 akibat percepatan pencairan gletser yang dipengaruhi perubahan iklim global. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peningkatan suhu bumi serta fenomena iklim seperti El Nino menjadi faktor yang mempercepat penyusutan lapisan es di kawasan pegunungan tertinggi Indonesia tersebut.

Gletser di Puncak Jayawijaya, yang dikenal sebagai salah satu kawasan tropis dengan keberadaan es alami, telah mengalami penyusutan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan iklim menyebabkan suhu di kawasan tersebut meningkat sehingga proses pencairan es berlangsung lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya. Kehilangan es abadi di Jayawijaya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat adat Papua. Bagi sejumlah komunitas adat, kawasan pegunungan tersebut memiliki makna penting yang berkaitan dengan kehidupan, tradisi, serta hubungan manusia dengan alam.

Selain berdampak terhadap nilai budaya, hilangnya gletser juga dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem di sekitar kawasan pegunungan. Perubahan kondisi lingkungan dapat berdampak terhadap ketersediaan air, habitat sejumlah makhluk hidup, hingga pola kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena hilangnya es di Jayawijaya menjadi salah satu tanda nyata dampak perubahan iklim yang semakin terasa. Perubahan lingkungan yang sebelumnya dianggap sebagai ancaman jangka panjang kini mulai terlihat secara langsung di berbagai wilayah. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, masyarakat didorong untuk berkontribusi melalui berbagai langkah sederhana, seperti menghemat energi, mengurangi penggunaan bahan yang menghasilkan emisi tinggi, menjaga lingkungan, serta menerapkan pola hidup yang lebih ramah bumi. Meski upaya manusia tidak dapat secara instan mengembalikan kondisi gletser yang telah menyusut, langkah kolektif dalam mengurangi emisi karbon dinilai penting untuk memperlambat laju perubahan iklim dan melindungi ekosistem yang masih tersisa.

Topik

Memuat tag...