Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan di Bali, 42 Penerbangan Terdampak
BALI - Sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi aktivitas penerbangan. Berdasarkan keterangan manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga pukul 15.30 WITA, sebanyak 42 penerbangan mengalami penyesuaian jadwal akibat kondisi tersebut. Penyesuaian itu berdampak pada perjalanan penumpang yang hendak menuju sejumlah daerah, termasuk Jakarta.
Pantauan di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai menunjukkan ratusan penumpang mendatangi layanan informasi penerbangan atau customer service maskapai. Para penumpang terlihat mengantre untuk mendapatkan kepastian terkait keberangkatan mereka, termasuk informasi mengenai penerbangan pengganti dan opsi penjadwalan ulang atau reschedule tiket. Situasi tersebut membuat area layanan informasi maskapai menjadi salah satu titik yang ramai didatangi penumpang. Mereka harus memastikan kembali jadwal perjalanan setelah penerbangan yang sebelumnya telah dipesan mengalami perubahan.
Untuk membantu penumpang yang terdampak, manajemen Bandara Ngurah Rai turut menyediakan layanan service recovery. Fasilitas tersebut berupa meja khusus yang menyediakan minuman dan makanan ringan bagi penumpang yang penerbangannya mengalami pembatalan atau gangguan. Layanan tersebut diberikan sebagai bentuk pelayanan kepada penumpang selama mereka menunggu kepastian penerbangan berikutnya. Penumpang yang terdampak juga dapat berkoordinasi dengan maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal baru maupun proses reschedule tiket.
Dampak gangguan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh warga negara Indonesia. Sejumlah warga negara asing (WNA) yang hendak melanjutkan perjalanan dari Bali juga harus menyesuaikan rencana mereka akibat perubahan jadwal penerbangan. Salah satunya Nick dan temannya, Greg, warga Australia yang seharusnya terbang dari Bali menuju Jakarta pada Minggu sore. Keduanya dijadwalkan berangkat pada pukul 17.30 WITA untuk menghadiri sebuah konferensi di Jakarta.
Namun, rencana perjalanan tersebut berubah setelah penerbangan mereka terdampak pembatalan. Nick dan Greg kemudian datang langsung ke Bandara Ngurah Rai untuk mencari kepastian sekaligus mengurus penjadwalan ulang tiket.
"Kami mau ke Jakarta sekarang, tetapi tampaknya penerbangan dibatalkan. Jadi kami mau lihat apakah bisa dapat penerbangan baru untuk besok dan lihat bagaimana nanti," kata Nick.
Nick mengaku telah menerima pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan melalui email. Meski demikian, ia dan Greg tetap mendatangi bandara untuk mencari alternatif perjalanan agar dapat tiba di Jakarta sesuai kebutuhan. Keduanya bahkan mencoba melihat kemungkinan mendapatkan penerbangan baru melalui maskapai lain. Langkah tersebut dilakukan karena mereka harus menghadiri konferensi di Jakarta dan membutuhkan kepastian mengenai waktu keberangkatan.
Gangguan penerbangan akibat kondisi erupsi membuat sejumlah penumpang harus mengubah rencana perjalanan secara mendadak. Sebagian penumpang memilih menunggu informasi terbaru dari maskapai, sementara lainnya mengupayakan penerbangan alternatif agar tetap dapat mencapai tujuan sesuai jadwal. Kondisi di Bandara Ngurah Rai pada Minggu sore pun menunjukkan bagaimana dampak erupsi gunung api dapat merembet ke sektor transportasi udara, termasuk terhadap perjalanan wisatawan maupun warga yang memiliki agenda penting di daerah tujuan.
Penumpang yang penerbangannya terdampak diimbau untuk terus berkoordinasi dengan maskapai masing-masing dan memperhatikan informasi resmi mengenai perubahan jadwal. Kepastian keberangkatan, reschedule, maupun penerbangan alternatif bergantung pada kondisi operasional dan kebijakan maskapai.