DPRK Banda Aceh Usulkan Jam Masuk Kerja dan Sekolah Diundur Usai Final Piala Dunia 2026
Football

DPRK Banda Aceh Usulkan Jam Masuk Kerja dan Sekolah Diundur Usai Final Piala Dunia 2026

D
Devi Sry Atmaja 19 Juli 2026 · 2 penayangan

BANDA ACEH – Antusiasme masyarakat menyambut partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 mendorong munculnya usulan menarik dari kalangan legislatif di Kota Banda Aceh. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Royes Ruslan, mengusulkan agar Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan dispensasi jam masuk kerja dan sekolah hingga pukul 10.00 WIB pada Senin, menyusul pertandingan final yang berlangsung hingga dini hari.

Menurut Royes, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang diperkirakan akan menyaksikan laga final Piala Dunia secara langsung melalui siaran televisi maupun kegiatan nonton bareng. Ia menilai, pertandingan final ajang sepak bola terbesar di dunia hanya berlangsung sekali dalam empat tahun sehingga layak mendapatkan perhatian khusus melalui kebijakan yang bersifat humanis.

"Ini merupakan bentuk kebijakan yang humanis dan apresiasi kepada masyarakat yang memiliki antusiasme tinggi terhadap Piala Dunia. Final berlangsung hingga dini hari, sehingga banyak warga kemungkinan baru beristirahat menjelang pagi," ujarnya.

Meski mengusulkan adanya dispensasi jam masuk kerja dan sekolah, Royes menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Karena itu, usulan tersebut tidak berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun petugas yang bekerja di sektor pelayanan vital. Beberapa sektor yang tetap diharapkan beroperasi seperti biasa antara lain layanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, aparat keamanan, petugas kebersihan, perhubungan, pemadam kebakaran, serta berbagai layanan publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan normal. Karena itu, dispensasi ini tidak berlaku bagi ASN yang bertugas di sektor pelayanan publik dan layanan vital lainnya," tegas Royes.

Ia menjelaskan, usulan tersebut hanya bersifat sementara dan berlaku khusus untuk satu hari setelah pertandingan final Piala Dunia. Menurutnya, penyesuaian jam masuk kerja maupun sekolah tidak akan mengurangi disiplin aparatur maupun kualitas pelayanan apabila diterapkan secara terukur. Selain memberikan kesempatan kepada masyarakat menikmati momen bersejarah sepak bola dunia, kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga produktivitas pegawai dan peserta didik yang kemungkinan kurang beristirahat akibat menyaksikan pertandingan hingga larut malam.

Usulan tersebut pun memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian warga menyambut positif gagasan tersebut karena dianggap mencerminkan kebijakan yang lebih fleksibel dan memahami kondisi masyarakat. Namun, ada pula yang menilai keputusan tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar tidak mengganggu aktivitas pemerintahan maupun proses belajar mengajar.

Topik

Memuat tag...