5.050 Anggota Dikukuhkan, ASLINMAS Dorong Satlinmas Perkuat Peran Jaga Keamanan hingga Lingkungan
Nasional

5.050 Anggota Dikukuhkan, ASLINMAS Dorong Satlinmas Perkuat Peran Jaga Keamanan hingga Lingkungan

F
Fazlur Rahman 07 September 2026 · 5 penayangan

Sebanyak 5.050 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari berbagai daerah berkumpul di Lapangan Stadion Gelora Sriwijaya, Kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026). Kehadiran ribuan anggota Satlinmas tersebut menjadi bagian dari Apel Akbar Satlinmas Indonesia sekaligus momentum pengukuhan Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) Indonesia.

Selain ribuan anggota Satlinmas, kegiatan tersebut juga dihadiri sekitar 1.200 pejabat dan tamu undangan. Dengan demikian, total peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 6.150 orang.

Dalam agenda tersebut, Prof. Reda Manthovani dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas ASLINMAS Indonesia. Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wadah koordinasi Satlinmas sekaligus mendorong peningkatan peran perlindungan masyarakat di berbagai daerah.

Reda menegaskan, keberadaan Satlinmas tidak semestinya hanya dipandang sebagai unsur yang bertugas membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, Satlinmas dinilai memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Menurut Reda, Satlinmas dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Ia mendorong agar pemilahan dilakukan sejak sumbernya dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah yang telah dipilah kemudian dapat disalurkan ke berbagai mekanisme pengelolaan, termasuk bank sampah, sehingga tidak seluruh sampah berakhir di tempat pembuangan akhir.

Peran tersebut dinilai relevan karena anggota Satlinmas berada dekat dengan masyarakat. Mereka dapat membantu menyampaikan edukasi sekaligus mendorong kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan di tingkat komunitas.

“Persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya. Masyarakat perlu dibiasakan memilah sampah sejak dari rumah sebelum dibawa ke tempat pengelolaan selanjutnya,” demikian penekanan Reda dalam agenda tersebut.

Selain persoalan lingkungan, Reda juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan desa. Ia menyebut koordinasi dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong pengawasan terhadap penggunaan dana desa sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran.

Menurut Reda, pengawasan yang dilakukan secara bersama dan melibatkan berbagai unsur di tingkat desa diharapkan dapat memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Ia juga menyebut jumlah kepala desa dan perangkat desa yang terjerat kasus korupsi mengalami penurunan hingga tersisa 89 orang dalam satu tahun terakhir. Kondisi tersebut diharapkan dapat terus diperbaiki melalui penguatan pengawasan dan koordinasi di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.

Reda berharap ASLINMAS dapat membangun koordinasi yang semakin kuat dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai instansi terkait. Sinergi tersebut dinilai penting agar keberadaan Satlinmas tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Apel Akbar Satlinmas tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia serta deklarasi, pelantikan, dan pengukuhan DPP serta DPD ASLINMAS di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut menyoroti kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan di tengah musim kemarau. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kualitas lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

Dedi mengaku melihat berbagai potensi yang dimiliki Kota Palembang, mulai dari aspek keindahan kota, sejarah, hingga kekayaan kulinernya. Namun, menurut dia, potensi tersebut perlu didukung dengan kondisi lingkungan yang baik agar daya tarik Palembang dapat berkembang secara optimal.

Sorotan terhadap kabut asap sekaligus memperlihatkan bahwa tugas menjaga lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan unsur perlindungan masyarakat di tingkat lokal menjadi penting untuk membangun kesadaran serta mencegah persoalan lingkungan semakin meluas.

Dengan dikukuhkannya ASLINMAS Indonesia dan berkumpulnya ribuan anggota Satlinmas dari berbagai daerah, organisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial. Tantangan ke depan justru berada pada kemampuan Satlinmas menerjemahkan perannya menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.

Mulai dari menjaga ketertiban, membantu menghadapi persoalan sosial, mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah, hingga ikut mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, Satlinmas memiliki ruang yang luas untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Pengukuhan ASLINMAS di Palembang pun menjadi momentum untuk memperluas perspektif mengenai tugas Satlinmas. Bukan sekadar berada di garis depan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, dan mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih tertib dan aman.

Topik

Memuat tag...